Saya tidak punya rencana apa-apa hari ini, bahkan semalam saya memutuskan untuk bangun pagi "sebangunnya". Sedang ingin melakukan segala sesuatu dengan spontan, seperti tulisan saya dan @kak-Andy kemarin. Jadi saya juga tidak tahu tulisan ini akan kemana sebab saya ga mau mikir. Saya baru akan beri judul begitu tulisan ini selesai. Hahaha..
Saya punya kebiasaan baru. Setiap kali akan menulis, saya membuka google sheets. Tujuannya hanya satu, mencari tahu apakah yang akan saya tulis nanti sudah pernah saya tulis atau belum! Beberapa kali saya perhatikan tulisan saya mempunyai judul yang sama. Walau saya yakin isinya tidak sama karena cara dan proses kita berpikir tidak akan pernah persis sama, tapi saya berusaha menghindari mengungkapkan ide yang sama. Itu sudah terjadi setidak-tidaknya 3 atau 4 kali. Mungkin ini salah satu "kekurangan" dari menulis setiap hari, yaitu dari segi kualitas. Tapi buat saya, kualitas bukan hal yang utama, yang terpenting adalah "refleksi" yang dilakukan setiap hari bahkan seadainya refleksi tentang hal yang sama. Ide bisa saja sama, tapi penghayatannya belum tentu, bahkan ada kemungkinan lebih baik karena manusia selalu berkembang dari waktu ke waktu.
Berbicara soal menulis memang tidak ada habis-habisnya. Setiap kali saya memikirkan itu, ada saja hal baru yang saya jumpai dan langsung ingin saya catatkan di sini. Seperti beberapa saat yang lalu saya pernah membaca tulisan Mike Vardy, beliau mengatakan bahwa "The brain is a factory not a warehouse." Yang pada dasarnya Mike ingin mengatakan bahwa sebaiknya otak kita digunakan untuk berpikir bukan untuk menyimpan pikiran atau memori. Setiap hari beliau menganjurkan untuk membuat semacam check list tugas yang akan dilakukan, lalu membiarkan otak kita untuk memproses dan memilih yang mana sebaiknya yang dilakukan dulu. Nah ini saya pikir sangat baik agar kita tidak menjalani hidup ini dengan auto pilot, kita hanya menyelesaikan satu check list secara berurutan tanpa harus memikirkan apa-apa lagi. Nah ini juga menurut saya gunanya menulis setiap hari. Dengan menulis, saya tidak perlu lagi "mengingat", karena semua sudah saya abadikan dalam bentuk tulisan sehingga secara tidak langsung sudah mengurangi kemungkinan menjadikan otak saya sebagai warehouse!
Writing a journal or essay is a fantastic record of your inner Life. Kalimat ini juga sangat mengena. Seingat saya ini dari tulisan Matthew Kent, penulis di platform Medium. Ya, saya setuju! Saya senang membaca kembali tulisan-tulisan saya di masa lalu. Melihat kembali pemikiran-pemikiran yang pernah hinggap di masa-masa tertentu itu sangat menyenangkan sekaligus juga dapat merefleksikan sejauh mana saya sudah berkembang dibandingkan dengan saat itu.
My life is important, and it is worth thinking and writing about. Menulis menjadi salah satu bentuk penghargaan dan rasa syukur saya terhadap kehidupan. Begitu pentingnya kehidupan ini sehingga sayang jika dibiarkan begitu saja lalu terlupakan. Sekali lagi, berkaitan dengan ungkapan Mike Vardy, otak kita itu bukan gudang tempat penyimpanan dan sepertinya juga otak kita bukan alat yang reliable untuk terus dapat menyimpan. Lebih banyak yang terlupakan daripada yang dapat diingat, atau jika seandainya ingatan itu ada, kita memiliki keterbatasan kemampuan untuk mengangkatnya kembali kepermukaan. Nah daripada mengandalkan otak kita untuk terus mengingat, akan jauh lebih mudah jika kita menulisnya!
Nah sampai di sini, saya tahu bahwa saya mungkin tidak akan pernah berhenti menulis Hehehehe...
Foto Credit: Vanillapapers.net
My life is important, and it is worth thinking and writing about. ❤️