AES847 21 Tahun di Tanggal 21
Andy Sutioso
Sunday September 21 2025, 8:02 PM
AES847 21 Tahun di Tanggal 21

Hari ini hari spesial buat Rumah Belajar kita. Nama Semi Palar kami putuskan jadi identitas rumah kita yang di hari ini, tanggal 21 September 2004, melangkahkan kaki ke 21 tahun perjalanannya. Hari ini berlalu dengan tenang. Tidak ada kehebohan atau hiruk pikuk. Saya mulai menuliskan esai ini setelah membaca pesan kak @matheusaribowo dan kak @asep-ramdan di grup WA Kakak Smipa. Tanggal 21 ini memang tidak jarang terlewat, lepas dari kesadaran kita - seperti bintang di langit yang kerap tidak terlihat. Bagaimanapun tanggal ini tetap jadi penting karena sebagaimana eksistensi kita semua sebagai individu - yang mendapat anugerah kehidupan melalui lewat kedua orangtua kita, hari ini jadi titik awal kehadiran Rumah Belajar Semi Palar di dalam perjalanan peradaban manusia ini. Kita jadi bagian dari semua. Sebuah kepingan kesadaran, sejumput semesta kecil di dalam hamparan semesta yang maha besar ini. 

Barusan saya menerima pesan pendek dari @saskiaelectra yang mengabarkan bahwa Saski mengajukan dirinya sebagai kandidat Perhimpunan Pelajar Indonesia di Rotterdam. Setelah kurang lebih satu tahun, sepertinya Saski juga sudah bisa menempatkan dirinya dan mengambil peran dari perjalanan kehidupannya di sana, di Belanda. Ini jadi kado luar biasa buat Semi Palar.  

Siang tadi, saya mendapatkan satu pesan pendek dari kak @meilani yang juga jadi kado yang manis buat perjalanan Rumah Belajar Semi Palar. Karena pesan tadi disampaikan secara pribadi, saya tidak sampaikan di sini apa isinya. Silakan tanyakan sendiri kepada kak Mei apa yang disampaikan kepada saya. Bagi saya pesan pendek tadi bagi saya adalah esensi kehadiran / eksistensi Rumah Belajar Semi Palar bagi kita semua. 

Tidak ada peristiwa kebetulan. Kesadaran universal, enerji semesta membawa kita semua ke titik ini. Sebuah misteri keTuhanan yang sepertinya tidak akan bisa terjelaskan, terdefinisikan oleh keterbatasan olah pikir kita. Sepertinya hanya ruang kesadaran kita yang mampu menempatkannya di dalam rangkaian perjalanan kita sebagai individu, secara kolektif sebagai sebuah sekolah kecil bahkan sebuah bangsa. 

Dua hari yang lalu, saya menghabiskan waktu dengan kak @sukarma di kebun Suka Ampat, Lembang. Di dalam keheningan malam di Lembang, ditemani hangatnya api unggun dan secangkir kopi, obrolan mengalir ke kisah saat Semi Palar berada di dalam sebentuk kebingungan - sebagai bagian dari proses penemuan diri / pengenalan diri Semi Palar sebagai sebuah institusi. Saya akan kisahkan lebih detail di tulisan lain, tapi singkatnya begini. Saya sempat mengirimkan email kepada seorang tokoh - akademisi di bidang Pendidikan Holistik, profesor Ron Miller. Saya menanyakan sesuatu yang oleh beliau melalui kalimat ini, "Look within, do not look for answers outside, you will find the answers inside"

Refleksi hari ini, membawa saya merefleksikan saya percakapan singkat melalui email dengan beliau... Perjalanan kita, perjalanan Rumah Belajar Semi Palar di tahun perjalanannya yang ke-21 memang mengantar kita ke sana, ke perjalanan ke dalam diri, masuk ke Ruang Kesadaran... Berbagai jawaban memang bisa ditemukan di sana. 

Semoga Tuhan yang Kuasa, Enerji Semesta yang tak termaknai oleh kita semua, terus menemani perjalanan Rumah Belajar Semi Palar - siapapun individu yang berproses di dalamnya🙏🏼. 

Photo by Xavier Mestdag: https://www.pexels.com/photo/man-looking-up-the-sky-3903948/

erviriz
@erviriz   7 months ago
Luar biasa refleksinya, Kak Andy. Baca ini jadi mengingatkan saya bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi perjalanan menemukan diri. Semoga energi Semi Palar tetap konsisten membersamai anak-anak. Klo boleh bertanya, apa yang menurut kk jadi tantangan terbesar untuk tetap menjaga ‘roh’ Semi Palar selama perjalanan ke depan?
Andy Sutioso
@kak-andy   7 months ago
Terima kasih banyak Ervi. 🙏🏼😊