Dilanjut dari tulisan kemarin pada tanggal 26 September 2022, saya membicarakan terkait sebuah anime yang dikenal sebagai Cyberpunk Edgerunners. Seperti sebelumnya saya ucapkan bahwa anime ini sangat menyedihkan, sampai “terngiang-ngiang” di kepala, saat saya menonton animasi ini, dari episode ke-1 sampai ke-10, pada tengah-tengah seri, tepatnya pada episode ke-6 dan ke atas, ceritanya yang kelam tetapi menyenangkan mulai berubah menjadi kelam dan menyedihkan, hanya menyisakan sedikit kesan-kesan yang menyenangkan. Karakter yang bermain peran di cerita ini mempunyai kaitan masing-masing, setiap karakter punya perannya sendiri, kemudian ada sebuah sesi “montage”, menunjukan kehidupan mereka bersama anggota geng mereka yang terbaru David Martinez, David memulai hidupnya yang baru bersama geng itu, David ikut belajar dari nol untuk mengikuti gaya hidupnya yang baru, perlahan-lahan dari ini David mulai ikut dalam setiap “gig” (slang dari kata misi/pekerjaan), tidak hanya fokus untuk membayar hutangnya, David mencoba mengubah gaya hidupnya, ia mencoba menjadi lebih serius, mencoba untuk mengikuti kehidupan gengnya, kemana pun mereka pergi David ikut bersama mereka.
David kini memiliki keluarga barunya, sebagai seorang “cyberpunk”, tetapi sepanjangnya jalannya episode ke episode berikutnya, anggota dari geng yang David tempati meninggal, ada yang meninggal karena tindakan aneh mereka, kemudian berlanjut dimana 2 anggota utama, yaitu pimpinan geng dan pacarnya meninggal, hanya menyisakan hanya 3 orang, kematian pimpinannya, Maine, pacarnya Dorio mati, ketidakadaan beberapa karakter yang saya sebut sebelumnya menciptakan perasaan hampa. Proses ini berawal saat karakter Maine dikenalkan, keberadaannya dan karakternya menciptakan sebuah posisi dan peran besar dalam kehidupan David Martinez dan serian anime ini, ditambah juga Maine mempunyai watak dan sifat seakan seorang ayah, ia juga adalah seorang pria yang menjadi sosok tampang utama bagi David. Efek rasa hampa ini terasa sepanjang menonton episode ke episode baru, efeknya terbawa sampai saya tuntas menonton anime ini, entah kenapa rasanya sedih dan menyakitkan, “triggernya” adalah lagu yang sering dimainkan di anime ini.