Buffalo Gap National Grassland
Perjalanan dari Denver menuju South Dakota itu unik. Sepanjang perjalanan hampir selalu dihiasi dengan padang rumput yang amat sangat luas hingga ujungnya kadang hampir tidak terlihat. Seperti memandangi laut tapi bukan air melainkan rumput! Kalau kurang membiasakan diri dengan situasi dan menyibukkan diri, lama-lama memang membuat bosan dan mengantuk. Untung salah satu sahabat di mobil memutar lagu-lagu jaman kuda belum pakai celana.. jadilah seolah-olah bernostalgia jaman kecil ketika orang tua saya memutar lagu-lagu hits pada jamannya, seperti lagu-lagu Patti Page tahun 50-an, Tom Jones di akhir tahun 60-an hingga lagu-lagu jaman bangku kuliah. Nyupir sambil bersenandung dan tertawa-tawa membahas lagu super jadul memang asyik juga.

Sopir Tembak!
Perjalanan berjam-jam dengan para sahabat dan saudara itu seru sekali ternyata. Apalagi yang namanya jaman sekarang segala sesuatu itu wajib diabadikan. Ada sapi gemuk-gemuk difoto, ada pemandangan indah difoto, bahkan mengisi bensin juga difoto karena letaknya di antah berantah. Hahaha.. Bercermin pada pengalaman mengerikan di Death Valley beberapa tahun yang lalu ketika hampir kehabisan bensin di tengah padang pasir tandus, kali ini begitu terlihat indikator bensin menipis kami langsung mencari bensin. Pagi tadi kami menemukan pom bensin swalayan di tengah padang belantara yang hampir tidak terlihat tanda-tanda kehidupan.

In the middle of nowhere

Makan siang kami lakukan di area piknik yang hampir tidak ada fasilitas apapun karena sekali lagi di tengah padang rumput. Hanya ada 1 meja dan 2 bangku, 2 tempat sampah dan sebuah pengumuman, "Buang sampah sembarangan, denda $750" Hahahaa.. Mau tau makan siang apa? nasi kuning, sambal goreng, kering tempe, dan sebagainya!!! Orang Indonesia tea, rombongan 12 orang bawa makanan untuk se Batalyon!!!
Indonesian Style Picnic
Ibu-ibu yang centil melihat jalanan kosong tidak ada kendaraan maupun mahluk hidup langsung cekrek cekrek berdiri di tengah jalan dan berfoto ria. Suaminya yang gemas dengan tingkah istrinya berteriak," Woiii... kirim mayat ke Indo mahaaaal, tau!" huahahaha... Ini memang kelompok kacau!
Sesudah nyupir 6 hingga 7 jam, akhirnya sampai kami di tempat tujuan, Mount Rushmore National Memorial. Tidak lupa saya memakai kaos legendaris Jengkol War yang sudah melanglang buana ke berbagai states di Amerika. Semoga masih banyak lagi perjalanan si jengkol.***
