Kemarin malam ada email masuk yang memberitakan bahwa hari Kamis pagi semua kegiatan kampus dibatalkan dan baru akan dimulai pukul 10 pagi. Semua kegiatan kantor, perkuliahan, meeting dibatalkan karena kondisi cuaca. Seperti yang saya ceritakan kemarin, gerimis dan suhu mendekati 2 digit dibawah nol derajat Celcius menjadikan semua permukaan jalan raya maupun trotoar licin. Kota tempat saya tinggal bahkan mengeluarkan peringatan, istilahnya kalau tidak salah accident warning karena kondisi jalan yang sangat berbahaya. Untungnya saya membatalkan semua kegiatan yang membutuhkan kendaraan termasuk berenang di pagi hari dan ke gym di sore hari. Saya memilih berjalan kaki walau sempat terjatuh.
Karena hari ini semua kegiatan baru dimulai pukul 10 pagi, saya sebetulnya bisa bangun agak siang, tapi karena Nina harus bekerja pukul 10 dan sekolah Kano juga kemudian baru dimulai pukul 10:55 pagi, maka saya harus mengatur waktu untuk mengantar Nina dan Kano. Ya jadwal jadi kacau balau dan butuh penyesuaian. Saya memutuskan untuk mengalah dan berangkat kerja seperti biasa, pukul 7:00 pagi, kemudian berusaha menyelesaikan sebagian besar pekerjaan saya lalu sekitar pukul 9 lebih saya akan menyelinap pulang untuk menjemput dan mengantar Nina ke kantor, kemudian 30 menit kemudian kembali ke rumah dan mengantar Kano ke sekolah. Itu rencananya.
Karena berpikir akan membawa kendaraan ke kantor, saya agak santai, terutama karena berpikir kampus baru buka jam 10. Jadi saya baru bersiap-siap menjelang pukul 7 pagi. Dengan berkendaraan saya hanya butuh waktu kurang dari 5 menit. Jadi memang saya santai saja. Ternyata yang salah lakukan itu salah besar. Tiba di tempat parkir ternyata mobil penuh salju dan semua kaca tertutup es yang lumayan tebal dan tidak mungkin dibersihkan dengan sikat untuk salju tapi harus dikerok! Saya berusaha mengerok sekuat tenaga tapi es begitu kuat nempel di kaca mobil. Semua kaca tertutup saya tidak bisa melihat keluar sama sekali!
Mobil saya hidupkan, pemanas saya maksimalkan terutama kaca depan dan belakang. Butuh waktu lebih dari 10 menit untuk membersihkan sebagian kaca depan dan kaca pintu samping agar saya bisa menggunakan spion! Sudut pandang sangat terbatas, tapi karena kampus tutup maka lalulintas pun masih sepi, jadi saya nekat berangkat kerja dengan kemampuan memandang seadanya. Jendela terpaksa saya turunkan sebab jika tidak saya tidak bisa melihat kaca spion. Kaca belakang belum bisa digunakan, jadi saya sangat tergantung pada spion. Ini sangat berbahaya, apalagi jalanan masih banyak sisa salju dan rem juga agak kurang berfungsi sehingga saya harus mengemudi perlahan lahan. Ketika mendekati perempatan saya mulai injak rem jauh-jauh agar tidak bablas ke tengah perempatan!
Saya tiba di kantor terlambat 10 menit. Sejak saya bekerja di universitas, ini pertama kali saya terlambat. Untungnya mayoritas pekerja baru mulai pukul 10, jadi 10 menit keterlambatan tidak jadi masalah, toh hari ini semua orang hanya bekerja 6 jam jadi nanti ketika pulang akan saya tambah 10 menit. Karena saya mulai bekerja pukul 7:40, nanti saya bisa pulang pukul 1:40 siang!
Betul saja! Untung saya masuk pagi-pagi, karena begitu tiba di kantor pekerjaan langsung masuk bertumpuk-tumpuk. Sebagian besar bisa saya selesaikan kurang dari 2 jam sehingga pukul 9 sebagian besar sudah selesai. Rencana saya untuk antar jemput terlaksana dengan baik dan begitu selesai mengantar Kano saya kembali bekerja dan dapat menyelesaikan semua pekerjaan sebelum jam makan siang.

Hari ini hampir tidak ada matahari, bahkan agak berkabut. Kalau diperhatikan sebetulnya hari ini terlihat sangat indah karena pohon-pohon yang gundul memberikan warna hitam dan coklat muda, ditambah warna putih karena sebagian tanah tertutup salju, sangat bagus dengan latar belakang warna langit yang kelabu, pucat dan tertutup kabut. Dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat ini tetap masih ada hal-hal indah yang bisa dinikmati. Besok cuaca akan lebih hangat, tapi ada kemungkinan turun salju walau hanya 43%. Kita lihat saja nanti kenyataannya.***
Bacanya sambil menggigil padahal Bandung lagi hareudang. 😅 Terima kasih ceritanya Jo.
Iya Kak, lebih enak nonton di film-film daripada mengalaminya hahaha...