Kemarin aku membahas tentang hobi baruku. Sekarang aku ingin berbagi cerita terkait sedikit pembelajaran mengenai dunia kecepatan khususnya pada motor matik yang aku ketahui. Zaman sekarang antusias pemotor matik cukup banyak dengan adanya inovasi baru. Entah dari segi penampilan, merk atau brand motor itu sendiri, serta dari segi spesifikasi mesin motor tersebut. Mengenai spek pada motor matik, makin kesini ada saja orang yang salah pengertian mengenai bore up motor. Bore up sendiri adalah memodifikasi atau menaikan diameter pada diameter piston bawaan standar dari motor tersebut dengan ukuran piston yang lebih besar. Modifikasi sendiri tidak hanya dilakukan dalam looks atau tampilan pada motor saja tapi dari segi performa harus diperhatikan. Misalkan mesin standar 150cc, di bore up menjadi 180cc khusus untuk motor harian/daily, 200cc, bahkan menjadi 300cc. Bore up sendiri ini tergantung keinginan pemilik motor tersebut. Namun biasanya jika pemilik ingin menaikan piston dengan ukuran yang cukup besar biasanya motor tersebut dipakai khusus untuk balap saja. Jika dipakai untuk daily/harian maka bahan bakar yang terbakar akan bertambah. Suplai bahan bakar pun jadi lebih banyak. Tidak heran jika banyak motor balap menggunakan bensol. Avgas atau bensol ini biasa dijadikan bahan bakar bagi motor yang memiliki spek balap khususnya motor yang memiliki kompresi cukup tinggi. Setiap bengkel pasti memiliki mekanik andalan. Mekanik lebih tahu perhitungan pada mesin yang sudah bore up khusus harian/daily. Berbeda dengan motor yang mengikuti balap, mekanik memiliki perhitingan atau angka yang tepat agar setingan pada motor saat lepas cukup maksimal. Jika kalian ingin memodifikasi bagian dalam pada motor dengan budget pelajar alias lebih murah selain bore up banyak sekali solusi lain agar motor memiliki akselerasi yang lebih baik. Pertama yaitu dengan upgrade Cvt. Kalangan motor matik pastinya tidak asing lagi dengan nama Cvt ini. Namun pada zaman sekarang orang menyebutnya upgrade kirian karena Cvt sendiri berada di sebelah kiri pada motor. Beberapa komponen dalam Cvt yang harus diperhatikan. Upgrade Cvt sendiri kalian bisa membeli paketan full kirian after market, karena pada kali ini membahas terkait dana pelajar maka proses pembubutan adalah solusinya. Harga yang murah namun bisa lebih bagus dan setara dengan barang after market sendiri yang harganya jauh lebih tinggi. Proses upgrade Cvt masing-masing bengkel berbeda-beda. Penggantian berat kecil roller, per kecil, dan per besar di 1500 rpm sesuai yang diinginkan pemilik motor tersebut. Jika ingin ada tenaga bawah maka pilihlah roller yang lebih ringan sekitar 8 hingga 9 gram. Berbeda jika menginginkan tenaga atas maka pemilihan roller yang lebih berat. Jika kalian memiliki budget lebih, kalian bisa melakukan proses bubut mangkok kopling dan variator flywheel di papas sesuai perhitungan mekanik setiap bengkel. Jika kalian memiliki budget lebih lagi maka lanjut upgrade porting cam. Porting cam sendiri memperhaluskan dan memapas dinding jalur intake udara dan bahan bakar ke lubang exhaust agar semakin lancar. Kedua, yaitu memapas bagian noken as. Kinerja mesin lebih ringan karena udara dan bahan bakar terkumpul dan keluar tanpa adanya halangan. Noken as atau camshaft sendiri memiliki bentukannya kecil yang bisa menentukan motor kita cepat atau lambat. Noken as sendiri berfungsi sebagai mengatur pasokan bahan bakar ke dalam ruang bakar agar menghasilkan tenaga lebih dan memang alat kecil ini sangat tergantung cepat atau lambatnya motor tersebut. Terakhir yaitu penambahan komponen seperti ecu pada motor diganti. Ecu sendiri banyak varian harga dari mulai 500 ribu hingga 7 juta. Ecu sendiri memiliki system pengaturan dan kontrol pada motor dengan bertujuan untuk meningkatnya kecepatan pada motor. Seting ecu pun cukup rumit, memerlukan mesin dyno test untuk mengetahui kecepatan pada motor dengan jelas. Sekian sedikit pengetahuan khususnya di dunia kecepatan pada motor matik, mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan ini.