AES 002: Menembus Atap Menuju Langit Pt. 2
Sebastian Owen
Saturday February 1 2025, 11:48 AM
AES 002: Menembus Atap Menuju Langit Pt. 2

30 Januari 2025. Usai kelas akhirnya dibubarkan setelah sidang masalah 'Proyek Inovasi Alat' aku duduk dibawah naungan atap pendopo -- dibalik sisi salah satu pilarnya, menggengam mouse laptop dengan kabel-kabel yang sepertinya selalu menjala dimanapun dan kapanpun laptop itu aku letakkan. Dalam layar, lembar-lembar presentasi dalam situs 'google slides' yang dengan mouse itu sibuk di otak-atik, merubah-rubah dan menambahkan detil-detil, menggengam dan meletakkan handphone untuk meng-upload berbagai dokumentasi untuk 'menghidupkan' bentuk isi presentasi yakni tindak lanjut proyek trial KPB yang ditugaskan minggu sebelumnya (lihat: https://ririungan.semipalar.sch.id/sebastian-owen/blog/7230/aes-001-menabrak-tembok-dan-terbang-menabrak-atap-p1#cm3473" title="Part 1">Part 1).

Hari itu jugalah persidangan PROYEK INOVASI ALAT; proyek utama daripada semester kedua kelas akhir di jenjang SMP ini. Tanya jawab, persetujuan, dan penolakan -- seluruh waktu kegiatan pada hari itu digunakkan guna menyelesaikan gelombang kedua alias terakhir; sidang permasalahan proyek inovasi.

Di benakku, lelah dengan lamanya sidang itu adalah rangkaian pemetaan cara presentasi. Tepat saat saya akhirnya merasa puas dengannya, WA Kak Leo untuk segera menuju basecamp KPB itu. Segera juga Marvel; sesama calon KPB, yang berjalan di lorong SD, tiba-tiba lari di lapangan rumput menuju tempat aku dan teman-teman lain yang menunggu waktu sambil makan, dengan respons yang terekspektasi dalam pengalaman budaya kolektif SMIPA; teriakkan dan hirauan untuk melepas sepatu.

Setelah berkumpul, kita segera mengumpulkan laptop dan perlengkapan lainnya dan segera menuju basecamp. Setibanya, dua meja yang terletak paralel dengan satu sama lain, dengan jumlah kursi sama dengan jumlah kami. Kami disapa Kak Leo dan dipersilakan duduk. Sebelum mulai, Marvel ditagih identitas pribadi itu yakni sebuah keinginan untuk -- dalam kata-katanya sendiri untuk "meng-inspire" orang lain untuk menjadi lebih baik. Maka berbeda dengan lazimnya mulai kegiatan SMIPA, kami mulai dengan "berolahraga" kecil alias pemanasan.

Usai itu, kami lagi melanjutkan rutin biasa, waktu hening dan berdoa. Usai pemulaian, kami segera diarahkan untuk memulai presentasi. Dengan sedikit masalah teknis kabel, laptop (kasus ini, laptop-ku) pun dapat terjaring dengan proyektor. Dimulai dengan presentasi canva Akila, dan berakhir dengan presentasi full-lisan Marvel, kami menjelaskan konsep dan progres proyek sampai hari itu. Lalu, kami memulai sesi jawab.

Sesi ditanya dan menanya ternyata tidak terlalu sengit, dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup santai (dibandingkan proyek inovasi alat!), dan lanjut dengan pemberitahuan berbagai hal yang akan diperlukan untuk pertemuan berikutnya, terkait working space dan pengerjaan, yang akan lagi berlangsung di basecamp. Kami mengatakan sampai jumpa, dan pulang ke rumah masing-masing untuk melanjutkan rutinitas pengerjaan kesibukan K9, yang sekarang diikutsertakan dengan proyek akhir trial KPB -- yay...................

To be continued