Saya mengambil sebutir chestnut dari sebuah piring kecil di atas meja. Rasanya manis, hampir sama seperti ubi jalar, tapi tanpa bau khas ubi sama sekali. Konsistensinya hampir serupa. Kemarin saya melihat chestnut di supermarket, yang ini unik, sudah dikupas, jadi saya tertarik. Tadi pagi saya rebus dengan air ditambah sedikit garam. Makanan khas ini banyak dijumpai menjelang akhir tahun. Orang-orang sini biasa memanggangnya. Saya malas memanggang, direbus pun rasanya serupa, bahkan bisa diberi garam sehingga rasa manisnya lebih unik. Chesnut itu biji dari buah yang berbulu, mirip sekali dengan rambutan, pohonnya rimbun dan buahnya akan pecah merekah terbuka ketika sudah tua.
Pagi ini seharusnya saya sudah mulai masak, ada janji dengan teman-teman di grup berenang untuk berkumpul dan makan bareng. Mereka ingin sekali mencoba beef salad yang sering saya buat. Ini beef salad gaya Thailand/Kamboja. Daging sapi yang baik, biasanya saya menggunakan ribeye, diberi garam dan merica lalu dimasak diatas panci teflon sesuai dengan keingian (rare, medium rare, medium, dan sebagainya) lalu diiris tipis-tipis. Daging itu kemudian dicampur dengan irisan daun mint, irisan bawang dan timun lalu diberi dressing yang merupakan campuran dari gula palem, fish sauce dan air jeruk nipis. Kalau suka agak pedas boleh ditambah cabe atau cabe bubuk. Rasanya manis, gurih, asin, asam. Lengkap menyegarkan. Itu rencananya dan saya juga ingin membuat Pad Thai ayam dan udang. Acara itu terpaksa saya batalkan karena saya jatuh sakit.
Eniwei, ini salah satu tujuan mengapa saya menulis setiap hari, yaitu mengabadikan pengalaman, mengabadikan hidup yang saya jalani. Akhir-akhir ini sayangnya memang saya sedang berada di bawah. Tidak bekerja, lack of security, ya itu betul, saya merasa insecure karena jujur saja, peran menjadi berkurang, masalah finasial mulai menghadang, dan yang paling penting, yang membuat saya merasa sangat insecure adalah tidak memiliki asuransi kesehatan! Karena tidak bekerja full time, saya kehilangan benefit salah satunya berupa asuransi kesehatan.
Nah coba bayangkan betapa khawatirnya saya semalam ketika sesak napas dan sakit tenggorokan lalu mulai batuk-batuk. Satu hal yang paling saya takuti ketika tidak memiliki asuransi kesehatan di sini adalah sakit, lebih parah lagi gejalanya mirip-mirip dengan covid! Begitu bangun tidur saya langsung tirin ke bawah dan mengambil self test kit untuk covid. Saya test diri saya sampai 2x, hasilnya alhamdulillah semuanya negatif. Saya beruntung hingga saat ini belum pernah terjangkit Covid, Kali ini kemungkinannya adalah infeksi bakteri strep throat, atau hanya sekedar common cold. Entah yang mana, saya tidak akan pernah tahu karena tidak mampu pergi ke dokter. Bakteri strep biasanya menjangkiti anak-anak lalu mungkin saja menular ke orang dewasa, jadi kemungkinannya kecil sebab saya jauh dari anak-anak. Yang jelas sepanjang hari saya sangat menderita, badan meriang, kedinginan walau suhu tubuh hangat, sakit kepala, sakit tenggorokan dan dada serta batuk-batuk. Ya begitulah hidup, ketika di bawah sering masalah datang bertubi-tubi. Tapi tak apa, ini bukan hal terburuk yang pernah saya alami dan segala sesuatu akan berkahir pada waktunya. Ya jalani saja sebagai salah satu bentuk pelajaran kehidupan.
Foto credit: goodrx.com
Semoga cepat sembuh ya bang joe 🙏🥰
makasih hahaha...