Beberapa kali membaca pada tulisan kak Yanti, tentang kesukaannya untuk mencari tempat terbuka untuk sekadar berjalan-jalan atau kalau bisa tidur di atas rumput, asik sekali.. Aku pun demikian. Apalagi bila mata mulai lelah, karena terlalu lama menatap layar. Pasti perlu segera lepas alas kaki, jalan-jalan, duduk atau berbaring di atas rumput, di bawah pohon. Tidak terlalu lama, simsalabim, badan kembali segar.
Belum tahu dalam bahasa Indonesianya disebut apa, tapi sering disebut Earthing, atau Grounding. Energi dari bumi memang tidak kasat mata, tapi bisa terasa, meski sangat halus. Seperti rasa sejuk, atau sensasi yang menyenangkan ketika kita berjalan tanpa alas kaki di pantai atau rumput yang masih basah oleh embun. Sama halnya dengan kehangatan dan vitamin D yang diberikan oleh sinar matahari, permukaan bumi yang kita jejak tak henti memberi energi alami yang tak pernah terpikirkan.
Dulu, ibu, mbak, tante, nenek, selalu diingatkan untuk selalu beralas kaki. Mau main keluar yang pertama ditanya, “Sendalnya mana?” Setelah punya anak juga melakukan hal yang sama, rajin mengingatkan anak untuk selalu pakai sandal. Baru di Smipa tahu tentang pentingnya langsung bersentuhan dengan alam. Masih banyak mungkin orangtua yang mempertanyakan, “Kenapa sih musti nyeker (berjalan tanpa alas kaki)? Di rumah sudah susah-susah dibiasakan untuk pakai alas kaki terus, kan jadi kontra. Memang dilematis, antara kotor, keliatan jorok, ga keren, ga bisa gaya, belum lagi kemungkinan cacingan.. dengan perlunya mengikuti pola di sekolah yang manfaat langsungnya tidak terlihat.
Mungkin hukum alam yang terlupakan. Bahwa manusia juga bagian dari alam, dan perlu terus terkoneksi dengan ibu bumi. Bayangkan energi yang terkandung di dalam bumi, yang menghidupkan; memberi makan dan menumbuhkan hewan dan tanaman. Lalu kita, makhluk hidup yang juga tinggal di bumi, malah membuat batas dan tidak terkoneksi secara fisik dengan bumi. Karena banyak terhalang oleh material non-konduktif seperti karet atau plastik pada sepatu atau material lantai, apalagi yang tinggal di rumah bertingkat, kita jarang sekali bersentuhan langsung dengan permukaan bumi. Padahal saat bersentuhan langsung dengan permukaan bumi, tubuh kita mendapat asupan energi yang dengan cepat membuat kita merasa lebih baik. Koneksi dengan bumi mengefektifkan sistem regulasi dan mekanisme penyembuhan dalam tubuh. Sehingga berdampak dari ujung kepala hingga ujung kaki. Memperbaiki aliran darah dalam tubuh, mengurangi sakit dan inflamasi, lebih bertenaga dan tidur lebih baik. Bentuk paling sederhananya rutin nyeker di atas tanah, rumput, batu atau pasir..
Salah satu penjelasan earthing dari Sadhguru:
(Salah satu ceritanya tentang rumah sakit yang dia buat di India, inspiratif sekali :D )