129 pengasuhan
innocentiaine
Thursday May 12 2022, 9:08 PM
129 pengasuhan

Di Afrika ada peribahasa Omwana ni wa bhone. Terlepas dari relasi biologis, pengasuhan anak perlu dilakukan seluruh anggota masyarakat, It takes a village to raise a child.

Kakak yang berstatus ibu, merasa kagok, sungkan, ga nyaman untuk menitipkan anak yang masih bayi pada keluarga suami saat perlu pergi bekerja. Seorang ayah tunggal membesarkan 2 anak putrinya sambil bekerja. Anak jadi ikut ritme ayah, dampingan pun tergantung ritme ayah, sementara anak perlu konsistensi dan kesinambungan untuk berproses bersama teman-teman sekelasnya. Situasi sulit yang dalam berbagai bentuk berbeda dialami oleh banyak keluarga.

Kilas balik ke masa anak-anak masih kecil. Aku sendiri bukan orang yang mudah percaya orang lain. Rasanya sulit karena memposisikan anak sebagai milik dan tanggungjawabku sendiri. Di samping enggan pula merepotkan orang lain. Kalau ga kepepet banget, ya ga nitip anak. Ibu, nenek, tante, kan sudah punya kesibukan sendiri. Ada rasa sungkan juga, seolah mengoper tanggung jawab. Mungkin karena pola didik sejak kecil, selesaikan tanggung jawabmu sendiri. Jadilah berasa sibuk berjuang sendiri. Macam akrobat, menyeimbangkan antara pekerjaan, anak dan rumah. Butuh tenaga, waktu, kemampuan berpindah fokus dengan cepat. Untung bila tak tumbang karena terlalu lelah.

Saat itu belum tahu tentang literasi diri, perlunya membaca kemampuan diri, tenaga, kecenderungan diri, sehingga dapat mengelola diri. Belum menyadari juga bahwa membesarkan anak adalah tanggung jawab yang sangat besar. Bukan hal yang mudah untuk menyadari bahwa tanggung jawab ini kadang perlu dibagi, dengan orang di lingkungan terdekat. Tidak hanya orangtua yang dapat mengasuh dan menjaga anak. Berterima dengan kenyataan bahwa di saat tertentu kita perlu percaya dan menerima bahwa kehadiran orang lain juga dapat memberi kebaikan dalam kehidupan anak. Tentunya di sisi orangtua sendiri dibutuhkan kebesaran hati, untuk meminta dan menerima bantuan. Yakin pula bahwa orang akan dengan senang hati membantu, anak bisa menjadi sumber bahagia bagi lebih banyak orang.  

Photo by Tanaya Sadhukhan: https://www.pexels.com/photo/hands-holding-head-of-newborn-3764623/

joefelus
@joefelus   4 years ago
Sama kak! Saya lebih memilih gendong anak kaya kangguru ke supermarket dll daripada menitipkan ke orang lain. Disamping jadi sumber bahagia, bisa buat jual pesona juga loh... siapa yang tidak tertarik dengan bayi imut, coba? wkwkwkwkw
innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
haha tebar pesona sama pengunjung supermarket ya pak
joefelus
@joefelus   4 years ago
kesempatan, Kak :P
msetya2015
@msetyamukti   4 years ago
Kesempatan yang tidak bisa diulang sampai kapan pun... saat Natasha berumur 1 tahun, harus menggendongnya di cuaca panasnya Bali, sampai menidurkannya di bawah pohon yang rindang.. dengan angin sepoy2... begitu sudah tidur, mau di pindah ke ranjang, langsung nangis lagi, ya gendong lagi deh, sampai akhirnya tidur pulas di bawah pohon rindang.. :)
innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
waah :) tidak terlupakan ya..
ranicaesara
@ranicaesara   4 years ago
Been there....still doing that hahaha. Bersyukur masih punya lingkaran yg bisa memberi dukungan saat saya bilang "tolong, Ibu lagi capek banget". Masih ada mbahpah-mbahti yg walaupun usianya sudah sepuh, tapi siap bantu utk sekadar bantu antar-jemput anak-anak & menyuapi ketiga cucunya dg kasih sayang. Meskipun yaaaa sesudahnya Ibu perlu membangun ulang ritme rumah, tapi bantuan itu ternyata memang menyenangkan dan terbukti meringankan.
innocentiaine
@innocentiaine   4 years ago
Smangat bu Rani.. 😊 iya, menyenangkan dan meringankan ya.. sesudahnya juga jadi hadir lebih utuh ga sih bu..
You May Also Like