AES102 disambung atau dipisah?
innocentiaine
Saturday November 13 2021, 2:23 PM
AES102 disambung atau dipisah?

Pagi ini menulis bareng Nadine. Wah cepat sekali Nadine menentukan topik tulisannya. Sementara aku masih banyak pertimbangan hehe. Hmm karena sedang banyak mengolah hal-hal seputar rapot, yang adalah seputar tulis menulis juga. Jadi banyak hal dan pertanyaan dalam benak perihal tulis menulis ini. Pada tulisan sebelum ini sudah menulis tentang saltik, yang dalam konteks rapot tentu saja perlu sekali diminimalisir. Hal lain yang sepertinya kerap muncul adalah kebimbangan saat menggunakan “di”, kapan penulisannya perlu dirangkai dan kapan perlu dipisah.

Konon pembedaan ini baru diterapkan pada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), pada tahun 1972, tentunya berlaku hingga PUEBI saat ini. Sebelumnya, menurut Ejaan Soewandi (1947-1972), “di” sebagai kata depan dan “di” sebagai awalan pembentuk kata kerja tidak dibedakan, semua dirangkai menjadi satu kata. Kalau canda uda Lanin, “Harap maklumi orang-orang yang lahir sebelum 1972 yang bingung membedakan “di” dan “di-“.” Hehe.

“Di-” ditulis serangkai saat dipakai sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Cirinya, dapat diganti dengan awalan me-, menjadi kata kerja aktif. Contohnya ditulis dan menulis, dimasak dan memasak. Sedangkan “di” ditulis terpisah saat dipakai sebagai kata depan penunjuk tempat. Cirinya, dapat diganti dengan ke atau dari yang juga menunjukkan tempat. Contohnya di sana dan ke sana, di mana dan ke mana. Serupa saltik, ini adalah hal kecil yang perlu diperhatikan karena perbedaan penulisan bisa mengubah makna.

”Pengaturan tentang rumah ini tidak perlu dikontrakan lebih lanjut. Rumah ini akan dikontrakkan, silakan hubungi Kopral Jono di kontrakan.” happy-9

joefelus
@joefelus   5 years ago
Terima kasih kak Ine untuk uraiannya. saya masih suka bingung walau yakin dengan di sebagai kata depan, tapi masih suka salah kalau nulis "di sana" " ke sana ke mari, masih sering saya tulis kesana kemari" hmm... harus pake "-" engga ya kalau nulis ke sana ke mari? hahahahaha... bingung lagi deh!
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Sana menunjukkan tempat, jadi dipisah; ada di sana.
Nah kalau kemari itu sendiri udah kata dasar pak, artinya ke sini. jadi selalu disambung; ayo kemari..
Ada juga mari, yang artinya ajakan; mari kita ngopi.. 😄
Terima kasih juga pak @joefelus jadi cari tau saya juga pak.. 🙏🏼☺️
admin
@admin   5 years ago
"Rumah ini dikontrakan (diadu ... dengan rumah sebelah)." Hahaha. Saya pernah ngobrolin hal ini dengan Bu Mega di WA. Bu Mega mengaku bahwa dia juga OCD dengan ejaan. 🤪
innocentiaine
@innocentiaine   5 years ago
Haha OCD ejaan.. saya termasuk kali ya pak @ahkam .. 🤭
admin
@admin   5 years ago
Saya juga kayaknya, Kak Ine...🙈
You May Also Like