2 hari ini olahan cukup padat. Ketika hendak mulai menulis, terasa benar sulitnya mencari ide. Akhirnya memutuskan untuk pasang timer. Satu jam lagi, selesai tidak selesai, kumpulkan.. =D
Menulis dengan mengetik di laptop ini masih butuh waktu panjang ternyata untuk aku. Sejak selesai pekerjaan di sore tadi sudah mulai buka laptop, tapi tidak banyak hasil. Selain masih banyak distraksi ini, itu, kalau saringan mah, mungkin terlalu kerep. Terlalu mudah untuk menekan tombol delete atau backspace, saat muncul keraguan. Dengan mudahnya berpindah dari draft ke draft, atau membuat draft baru, banyak ide menggantung begitu saja. Berbeda halnya saat menulis dengan tangan. Buat aku terasa lebih mengalir, mengijinkan diri untuk menekan ragu, lalu lanjut dengan kata berikutnya. Pikiran atau gagasan pertama yang belum terhalang oleh sensor batin kalau menurut Natalie Goldberg. Sesuatu yang memang dirasakan dan dilihat oleh pikiran manusia. Bukan sesuatu yang ‘seharusnya’ menurut mekanisme dalam diri. Seringkali pikiran bergerak di wilayah pikiran kedua atau ketiga, yang berjarak dua atau tiga kali dari kilasan pikiran pertama. Pertimbangan kesopanan, logika, kekhawatiran, dll. tak jarang membuat gagasan pertama tadi kehilangan spirit dan kesegarannya.
Memang bukan isi tulisan yang penting dalam membangun kebiasaan menulis yang sedang dicoba kali ini. Lebih pada konsistensi dari hari ke hari. Sempat mencoba untuk menuangkan dengan menulis tangan dulu, baru diketik. Tetap masih kerap kesulitan untuk mengalirkan kata tanpa banyak pertimbangan ketika memindahkan ke laptop. Sementara gelombang otak sudah mulai memunculkan hormon Melatonin yang membuat tubuh mulai mengantuk. Setelah entah kali yang keberapa kembali duduk di depan laptop, akhirnya bersepakat dengan Natalie Goldberg, “Ketika anda mulai menulis dari pikiran sendiri, anda mesti bersedia untuk menulis ‘sampah’ selama lima tahun, karena kita telah mengumpulkannya selama waktu yang lebih panjang dari itu dan kita telah senantiasa senang mengelak dari diri sendiri.” Semoga edisi esok hari lebih baik..