Wah masih ada typo nih! Biasanya demikian komentar terlontar ketika menjumpai kesalahan penulisan saat membaca tulisan yang dicetak ataupun di media sosial. Kesalahan penulisan yang terjadi dalam proses mengetik selama ini lebih banyak disebut typo. Kependekan dari typographical error, yang artinya kesalahan tipografi, galat tipografi, atau kesalahan dalam pengetikan. Ternyata (pertama), padanan untuk istilah typo adalah saltik, akronim dari salah tik, yang (ternyata kedua) sudah dibakukan di KBBI. Biasanya terjadi karena kesalahan mekanis; slip jari saat terlalu cepat menekan tombol pada papan tik, sehingga ada huruf yang tertukar atau terlompat. Atau ketika jari menekan dua tombol yang berdekatan secara bersamaan, sehingga ada huruf berlebih dalam satu kata. Atau, kemungkinan lain yang terjadi pada penggunaan ponsel adalah karena ukuran jari yang lebih besar dari bidang sentuh. Mungkin karena ukuran jarinya sebesar jempol semua hehe..
Pada Wikipedia, dinyatakan bahwa kesalahan yang timbul akibat ketidaktahuan penulis, seperti kesalahan ejaan (ternyata ketiga) tidak termasuk saltik. Untuk ini, sepertinya bila tidak yakin perlu lebih rajin untuk mencari tahu penulisan yang tepat.
Saltik kadang mudah dikenali dan dimaklumi sehingga memperbaiki dalam benak saja tidak mengubah makna, kesan ataupun pesan. Dalam hal ini, memperhatikan kata yang dideteksi saltik oleh pengecek ejaan tentunya dapat membantu . Namun bisa saja terjadi kesalahan yang tidak terdeteksi pengecek ejaan, karena masih terbaca sebagai kata bahasa Indonesia yang benar. Misalnya ‘ketika’ yang ditulis ‘ketiak’. Oops memang jauh panggang dari api jadinya. Ternyata perbedaan satu huruf dalam satu kata, dapat mengubah maknanya. Jadi saltik perlu dihindari, paling tidak diminimalisir. Memeriksa ulang tulisan atau membaca kembali sebelum mengirimkan, bisa menjadi solusi yang membantu agar saltik tidak menjadi kebiasaan atau pembenaran.
Kadang terlalu lelah atau karena kejar tayang sehingga walau sudah dibaca beberapa kali masih terlewat juga. Saya sudah menyerah menulis dengan ponsel, lebih banyak saltik daripada yang benar hehehe..
Hehe iya pak @joefelus memang sering kejadian itu.. 😁
Tanda baca bisa mematikan. "Save him, not hang him". Kantor telegram saltik komanya: "Save him not, hang him". 😬
Pirah koma padahal ya pak.. 😁
☺️ : Mari makan, Kakek.
😤 : Mari makan Kakek.