AES02 berkarya
innocentiaine
Friday July 2 2021, 6:47 PM
AES02 berkarya

Betul ga sih berkarya itu kemampuan yang alaminya dimiliki setiap orang? Yang dalam perjalanannya kadang lapur entah dimana? Sebagian orang terus mengasah dan mempertahankan kemampuan ini dengan berbagai cara. Sederhananya dengan tidak meninggalkan kemampuan ini. Banyak hal bisa menjadi kendala atau dijadikan alasan untuk tidak menggunakan kemampuan ini. Mulai dari sistem pendidikan yang tidak melihat pentingnya membangun kemampuan ini sebagai bagian utuh seseorang, atau bidang studi yang terlalu terkotak-kotak. Bisa juga pilihan masing-masing individu, atau gabungan dari berbagai hal yang akhirnya bermuara pada simpulan "Aku mah da ga bisa gambar.." (konotasinya kok hampir selalu menggambar ya?) Ga salah sih.. kalau ga pernah digunakan, ga pernah dilatih, ga pernah diasah tentunya gamang untuk dilakukan. Ga hanya dalam hal seni/berkarya saja kok. Olahraga, bermusik, memasak, membaca, bahkan bermain pun kalo ga pernah, ya jadi asing.. 

Yang menjadi pembeda disini adalah keluasan kebebasan yang ditawarkan. Keluasan yang bisa jadi terasa intimidatif bagi sebagian orang, tapi bisa jadi kesempatan eksploratif bagi sebagian lain. Berada dalam ruang luas terbuka, kita perlu menata dan memutuskan sendiri batasan dan panduan yang merepresentasikan diri kita. (Mungkin itulah yang membuat para seniman kerap seperti memiliki pola pikir yang berbeda) Mereka yang dapat memanfaatkan kebebasan untuk mengeksplorasi gagasan, media dan teknik, merentang diri, membuat batasan yang lebih jauh dan memberi nilai lebih pada hasil karyanya.. 

Tilik Leonardo da Vinci.. seorang polymath dari Italia. Bidang-bidang yang menjadi minat untuk ia amati dan pelajari sangat luas. Lukis, patung, arsitektur, sains, musik, matematika, literasi, anatomi, geologi, astronomi, botani, sejarah, cartography, palaentologi, ichnologi, dll. Benar bahwa ia termasuk seorang universal genius. Namun kenyataan bahwa sejak usia belia ia belajar dan bekerja sebagai studio boy pada Verrochio - seorang pelukis dan pematung Italia ternama dimasanya, tentu besar pula pengaruhnya. Karena di situ ia banyak terekspos pada penerapan teori dan ketrampilan teknis seperti drafting, chemistry, metallurgy, metal working, plaster casting, leather working, mechanics dan carpentry, termasuk artistic skills dari drawing, painting, sculpting dan modelling. Ketika kemudian ia tertarik pada berbagai bidang keilmuan, pendekatan yang ia lakukan adalah observasi; berusaha memahami fenomena dengan memperhatikan dan menggambarkan secara detil, ia tidak mementingkan eksperimen ataupun penjelasan teoritis. Hal ini terlihat dari ribuan jurnal, sketsa, catatannya dalam berbagai bentuk dan ukuran baik yang dipublikasikan maupun tidak.

Sangat ideal bila berkarya bisa menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Melakukan kegiatan yang tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif, tapi juga terbiasa untuk merealisasikan olahan pikir, rasa dan hatinya. Mata rantai ini yang tampaknya hilang dalam banyak sistem pendidikan dan pengasuhan. Untuk mengubah ini, karena masih banyak orangtua ataupun guru yang saat ini mengalami kendala yang sama. Asing dengan kegiatan berkarya, tidak terbiasa mengungkap, menulis, membentuk, menggores, dengan panduan pikir, rasa dan hati. Semakin menarik bila disadari bahwa salah satu guru terbaik untuk mengubah hal ini adalah anak-anak.. :)

You May Also Like