Biasanya hari kemerdekaan Indonesia jadi momen selametan awal tahun ajaran juga di Smipa. Dengan kegiatan2 bersama khas Smipa yang mengusung tema2 menjaga bumi Indonesia. Kegiatan sederhana dalam arti bukan acara hingar bingar, dengan dekorasi meriah atau jajaran bintang tamu untuk menghibur yang hadir. Jauh dari itu, bahkan berkebalikan, biasanya butuh kerja sama, koordinasi, keterlibatan, kesediaan peserta yang hadir. Bisa mulai dari menyumbang ide atau menyebar semangat, hingga sekadar membawa kerupuk atau ga bisa bawa apa-apa, semua oke, sesuai kemampuan masing-masing. Tapi menjadi wujud nyata peran dan keterlibatan semua pihak di rumah belajar ini. Kali ini, dengan kondisi di rumah saja, peringatan kemerdekaan kembali pada keluarga dan individu.
Saat membayangkan tentang merdeka, tentang kebebasan, yang terlintas adalah hidup, pikiran dan rasa dalam diri. Apakah benar bahwa merdeka sejatinya milik setiap manusia, namun tidak semua menyadari dan bisa menggunakannya, karena banyak terpengaruh, terkondisi, terkukung faktor luar diri? Apakah sungguh sudah memaknai kemerdekaan diri? Kapan terakhir aku merasa hidup, terjaga, sadar, hingga ke seluruh sel pada tubuh? Bukan sekadar ada dan menjalani hidup. Tanpa ada alasan khusus seperti peristiwa atau berita gembira untuk menyulut bahagia. Tapi bahagia karena merasa hidup. Karena itu saja yang kita punya, tubuh yang hidup.
Merasakan nafas, merasakan degub jantung, merasakan emosi, merasakan setiap gerak tubuh.. merasakan saat ini, di sini, aku bagian sangat kecil, nanopartikel dari alam semesta, bergerak dan tumbuh bersama semesta, tanpa ekspektasi, tak ada kekhawatiran.. merasakan terang dan hangat matahari atau dingin dan gelap malam dalam diri, udara segar, suara2 alam dan sekitar dalam diri.. hingga terasa kegembiraan penuh bisa berada di bumi ini, merasakan hidup. "Aku hidup." Mungkin masih perlu jadi mantra pengingat di keseharian, agar lebih mensyukuri hidup, dan merasa sungguh merdeka.
"It’s something everyone should feel from times to times. But we constantly find ourselves caught up in daily worries and concerns that prevent us from feeling that raw joy that comes from the simple fact of being alive."