AES775 Kesadaran dan Spiritualitas
Andy Sutioso
Sunday March 16 2025, 8:20 AM
AES775 Kesadaran dan Spiritualitas

Dua hal di atas ini, kesadaran dan spiritualitas adalah sesuatu yang sesungguhnya maha penting dalam kehidupan manusia. Entah kenapa tidak banyak lembaga pendidikan atau agama yang berani mengolah, atau setidaknya menyentuh ranah ini. Mudah-mudahan saya tidak berlebihan kalau agama agama juga gagal melangkah ke dimensi spiritualitas dan masih terjebak di ranah ritual. 

Kalau disebutkan bahwa ranah spiritualitas adalah dimensi yang sangat sakral, terkait makna terdalam dan tujuan perjalanan kehidupan manusia - sesuatu yang sangat sulit diolah, bukankan justru dimensi ini justru perlu difasilitasi tumbuh kembangnya sejak dini. Pembelajaran sepanjang hayat menurut saya sangat terkait hal ini, karena sepanjang kita diberikan usia kehidupan di sepanjang waktu itulah proses pembelajaran - menemukan diri sendiri dan makna kehidupan kita di alam kehidupan ini berjalan. 

Bisa jadi karena persoalan ini tidak ada teorinya, bukan sesuatu yang ilmiah sesuatu yang sangat abstrak atau bisa jadi berpotensi jadi bahan perdebatan di antara agama dan kepercayaan. Walaupun semestinya ranah religiusitas dan spiritualitas terletak di ranah yang berbeda. Agama dalam pandangan saya adalah jalan menuju spiritualitas - jalan menuju ke ke-Tuhan-an atau dengan kata lain ke-Semesta-an. 

Belum lama ini saya menemukan istilah KeIlahian Manusia (silakan klik tautan di sebelah ini). Saya mendengar ini dari salah satu sosok yang saya ikuti, Gregg Braden yang menuliskan buku tentang ini - dalam kaitannya dengan berbagai perkembangan teknologi. Yang ditengarai sebagai upaya melemahkan potensi manusia - yang sebetulnya maha besar kemampuannya. Manusia punya dimensi KeIlahian. Dalam ajaran agama Katolik. agama yang saya anut, disebutkan bahwa Manusia diciptakan sebagai gambaran Allah. Kita juga kenal konsep Makro Kosmos dan Mikro Kosmos. Bahwa apa yang ada di luar sana - ketidak-terbatasan semesta mestinya juga ada di dalam diri manusia. Manusia adalah makhluk mulia yang diciptakan oleh Tuhan. Diberikan kemampuan yang luar biasa yang tidak dimiliki spesies lain. 

Saya pernah membaca bahwa proses evolusi selanjutnya adalah evolusi kesadaran. Inilah yang pada dasarnya ada dan menjadi tantangan terbesar manusia - untuk mengembangkan peradabannya ke depan. Kalau betul demikian adanya, kenapa pendidikan manusia tidak mengarah ke sana? Membukakan potensi manusia sebesar-besarnya tentunya untuk kebaikan bagi semua? Manusia menjadi insan yang mengantar peradaban yang penuh keindahan dan kebahagiaan. 

Apa yang kita lihat hari ini sangat-sangat bertentangan. Tapi bukankah kesadaran ini, apa yang saya coba tuliskan di atas ini menjadi sedemikian penting? Bukankah kita mestinya mencarikan jalan menuju ke sana. Mari kita renungkan bersama. 

Photo by Matheus Bertelli: https://www.pexels.com/photo/person-holding-roman-candle-at-night-799490/

murdeani
@murdeani   6 months ago
Musti dibawa ke Ngobras ini kaak....