AES761 Satu lagi : Penguasaan Diri
Andy Sutioso
Thursday February 20 2025, 8:57 PM
AES761 Satu lagi : Penguasaan Diri

Beberapa waktu terakhir ini, saya menjumpai lagi satu kepingan penting dalam konteks Literasi Diri. Festival Literasi kemarin memang banyak menyadarkan saya tentang banyak hal - beberapa kepingan pemahaman yang memang sedang dibutuhkan untuk menggenapi apa yang kita terus pelajari di Smipa. Pembelajaran yang holistik dengan kompleksitasnya memang masih terus menyisakan banyak kepingan yang belum ditemukan. Sejauh ini, sepanjang perjalanan Rumah Belajar Semi Palar, kami terus belajar, kepingan-kepingan pemahaman terus berdatangan. Saya pribadi meyakini kalimat singkat, 

When the Student is Ready, the Teacher will Appear. 

Bukan sekedar kata-kata, proses ini kami yakini kebenarannya, berdasarkan banyak pengalaman, dimana apa yang perlu dipelajari memang hadir pada saat yang tepat - pada saat sang murid sudah siap. Bagi warga Smipa yang sempat belajar tentang Literasi Diri di periode setelah Pandemi, kita sudah berkenalan dengan empat ranah Literasi Diri masing-masing Penemuan Diri, Pengenalan Diri, Pengelolaan Diri agar bisa sampai ke Kebermanfaatan Diri. Tapi saya menemukan lagi satu tahapan lagi yang sepertinya terlewat, yaitu Penguasaan Diri atau Self Mastery.

Dalam taksonomi aki Muhidin, saya pikir Self Mastery ini sejajar dengan Ngajadi atau Becoming. Karena di sini manusia sudah tahapan menguasai dirinya sendiri - di dalam hal apapun yang dia pelajari. Konsep ini saya temukan dari apa yang banyak disampaikan oleh seorang Shaolin Master, Master Shi Heng Yi yang sekarang membuka sebuah temple di Jerman. Dari tempat inilah Master Shi Heng Yi ini banyak menyampaikan ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip dari biara Shaolin terutama kepada masyarakat di dunia Barat. 

Kalau didefinisikan sederhana - dalam Bahasa Inggris, Self Mastery means having supreme control of thought, emotions and actions. Seseorang yang punya kendali sepenuhnya terhadap pikiran, emosi, sikap dan tindakannya - dengan kata lain, manusia yang punya kendali penuh atas hidupnya. Ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sadhguru dan banyak guru-guru spiritual bahwa kecuali manusia bisa mengelola pikiran, emosi, badan dan enerjinya maka hidupnya akan banyak terombang-ambing atau dipengaruhi banyak hal di luar dirinya - apapun itu. 

Photo by Tara Winstead: https://www.pexels.com/photo/an-illustration-of-a-person-s-mind-8378740/

You May Also Like