Pagi ini di dalam dinginnya hawa Lembang, kami bersama teman-teman mahasiswa bersiap untuk berangkat menyapa pagi. Hari masih gelap dan kabut masih bergantung membasahi pohon dan rerumputan. Sepatu dikenakan, perbekalan disiapkan dan tidak lama kamipun melangkahkan kaki ke tujuan. Teman-teman peserta tidak ada yang tau mau ke mana dan apa tujuannya. Yang kami sampaikan bahwa perjalanan juga tidak akan mudah. Seperti apa? Hanya bisa diketahui saat kita semua sampai di sana. Jalanan masih sangat sepi, kami terus melangkah. Dari pengalaman kami kemarin, terlihat ada tanda tanya dari para mahasiswa ke mana lagi kita akan pergi. Cukup banyak yang bertanya, mau ke mana, apakah perjalanan akan berat, menanjak, lebih sulit dan lainnya.
Tidak terlalu lama kamipun sampai ke tujuan. Kami mendaki sedikit, tidak terlalu jauh, walaupun jalan cukup terjal dan licin karena tanah basah karena embun. Sampai di titik tujuan, kami segera melihat apa yang disajikan semesta buat kami semua.
Mudah-mudahan apa yang disaksikan dan dialami teman-teman mahasiswa ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya muncul.
Judul tulisan ini adalah Menyapa Pagi. Saya sempat menulis dengan judul yang sama Menyapa Pagi, beberapa waktu yang lalu. Sebetulnya. Ini adalah mengenai koneksi. Koneksi kita manusia dengan dimensi kehidupan yang lebih luas.
Menyapa pagi membuka pintu bagi kita untuk bersyukur atas kehidupan yang boleh kita alami setiap hari. Tuhan menganugerahkan kesempatan bagi kita masing-masing untuk mengisi anugerah kehidupan dengan sesuatu yang bermakna. Detik-detik kehidupan yang tidak boleh kita sia-siakan. Sebagai tanda terima kasih kita pada Sang Pencipta.
Menyapa pagi adalah cara kita menyadari bahwa kita masing-masing adalah bagian dari semesta yang seluruhnya saling terkoneksi dan mengutuhkan. Menyapa pagi adalah pijakan kita untuk mengisi hari kita dengan segala kebaikan yang kita bisa. Semoga tulisan ini bisa membantu kita semua memaknai setiap detik kehidupan, setiap detak jantung dan helaan nafas yang boleh kita alami... Salam bahagia.