AES767 Awal Mula Pasar Ramadhan
Andy Sutioso
Wednesday March 5 2025, 1:51 PM
AES767 Awal Mula Pasar Ramadhan

Seingat saya gagasan tentang Pasar Ramadhan muncul di tahun 2010-an. Mudah-mudahan ingatan saya tidak salah. Yang saya ingat jelas adalah bahwa gagasan ini murni muncul dari rekan-rekan orangtua. Peristiwanya sendiri saya masih ingat, terjadi di depan kantor (bangunan lama - sebelum direnovasi), sepulang sekolah. Waktu itu @Pasco orangtua siswa angkatan ke 3 datang dan membawakan gagasan ini. 

Pasco bilang, nanti pelaksanannya semua sama orangtua aja. Jadi intinya, Pasco minta persetujuan dari sekolah terkait penyelenggaraan Pasar Ramadan itu. Tidak pikir panjang, bagi saya ini ide keren, brilian. Jadi segeralah rekan-rekan orangtua bergerak untuk melaksanakan berbagai persiapan. Pasar Ramadhan jadi sebuah kegiatan - tradisi tahunan Rumah Belajar Semi Palar yang kemudian jadi kegiatan yang melengkapi pembelajaran holistik yang berjalan sehari-hari. 

C360_20150620151031788.jpg

C360_20150620151227933.jpg

Pasar Ramadhan jadi ruang interaksi yang nyata bagi warga Semi Palar untuk menjalin koneksi dengan warga sekitar. Lebih jauh, ini jadi ruang interaksi lintas suku dan lintas agama karena warga Semi Palar yang beragam terlibat langsung mewujudkan sesuatu yang dalam konteks perayaan Hari Raya saudara-saudara kita umat Islam terutama di sekitar sekolah. Saya kira hal ini juga yang menjadikan Rumah Belajar Semi Palar mendapat tempat di antara warga sekitar sekolah, dan menghapuskan kesan bahwa warga Semi Palar enggan berinteraksi dengan warga sekitar. 

Di sisi lain, Semi Palar juga membuka kesempatan bagi warga sekitar sekolah untuk memanfaatkan sebagian area sekolah untuk kebutuhan mereka melaksanakan hajatan. Kita tahu bahwa setidaknya di kota Bandung sulit sekali menemukan ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan perayaan tertentu bagi masyarakat. Bahkan untuk upacara dan perayaan hari Kemerdekaan sekalipun. Perayaan, memang sesuatu yang semakin langka di dalam dinamika kemasyarakatan kota. Setidaknya dalam cara yang sederhana, Pasar Ramadhan membawakan sepercik kebahagiaan bagi mereka yang hadir. Saya sempat menulis tentang ini dalam tulisan saya berjudul Berbagi Bahagia - seusai Pasar Ramadhan tahun silam. 

Kalau dihitung sampai hari ini, mestinya ini jadi pelaksanaan Pasar Ramadhan yang ke 16 kalinya - karena ada satu-dua pelaksanaan Pasar Ramadhan yang hilang karena situasi pandemi.