(Repost from Ning)
Saya sangat senang memperhatikan perubahan alam dari musim ke musim. Beruntung sekali bahwa saya kebetulan berada di tempat yang sangat cocok untuk itu. Seperti misalnya perubahan dari musim dingin ke musim semi lalu ke musim panas sangat menarik sekali. Saya baru sadar dedaunan tumbuh itu hanya dalam hitungan hari! Begitu mulai, tumbuhnya sangat cepat! Begitu musim semi mulai, rerumputan mulai menghijau. Pepohonan yang tadinya gundul mulai terlihat ada perubahan. Begitu titik hijau muncul di ranting-ranting pohon yang gundul, maka dalam hitungan hari yang tadinya hanya titik hijau berubah menjadi daun. Sekarang musim panas semuanya hijau, harum bunga-bunga yang memenuhi pepohonan. Ada sederet pohon dekat apartemen yang berwarna putih, kalau jalan kaki di petang hari, saya seperti mencium bau bunga melati di mana-mana. Di Indonesia selalu hijau, pertumbuhan daun hampir tidak tampak dengan jelas karena saya hampir tidak pernah memperhatikan pohon yang gundul kemudian tumbuh daun-daun.
Musim panas juga berarti musim kebakaran hutan! Colorado adalah daerah yang udaranya sangat kering. Begitu musim semi mulai angin juga semakin kencang. Di musim panas, angin, udara kering dan daun-daunan yang kering jika bergesekan bisa menimbulkan percikan api, nah itu yang menyebabkan kebakaran hutan!

Forest fire in Colorado 2020
Kabakaran hutan sagat sering terjadi di Colorado (California malahan hampir setiap tahun) Selama saya tinggal di sini, tahun kemarin yang terparah. Berdasarkan informasi yang saya peroleh ratusan ribu hektar terbakar dan butuh waktu berbulan-bulan non stop untuk memadamkannya. Waktu itu bau asap mewarnai hari hari kami di Fort Collins, langit berwarna merah bahkan matahari seperti dilumuri darah, merah! Penyebaran api sangat cepat dan semakin mendekati kota. Saya agak khawatir walau mengetahui bahwa lokasi saya tinggal dibatasi Horsetooth reservoir, sebuah bendungan tepat penampungan air yang sangat luas sehingga menjadi daerah wisata dan tempat berolahraga air seperti waterski, speedboat, speed jet, memancing dan sebagainya. Tempat itu sangat Indah.

Sore yang penuh asap (Horsetooth Reservoir)
Pagi ini sambil bekerja dari rumah, saya iseng-iseng nonton "The World's Most Amazing Vacation Rentals" Episode pertama: Best of Bali! Kita sepertinya terbiasa mengagumi tempat-tempat lain yang alamnya indah dan selalu lupa bahwa di belakang rumah ternyata juga tidak kalah indahnya. Kalau saya membayangkan tinggal di pedesaan, tampaknya Bali menjadi salah satu kandidat yang bagus. Di episode yang saya saksikan barusan, ada sebuah tempat yang menawarkan rumah dari bambu. Memang sangat artistik dan dengan $300 semalam, itu amat sangat mahal kalau saya hidup di Indonesia. Saya memang mengagumi disain rumah bambu itu, kalau tidak salah di daerah Selat, namanya Camaya Buterfly. Arsitektur yang indah, tapi bukan itu yang saya paling sukai. Lingkungan sekitarnya yang menarik perhatian. Hijau, asri dan tampak damai.

Tinggal di alam pedesaan memang selalu menjadi angan-angan. Pepohonan yang hijau, jauh dari kebisingan dan polusi udara. Ah pokoknya saya suka tempat yang hijau. Seperti dulu di Hawaii, 5 tahun pertama walau tinggal di dorm, tapi letaknya di daerah lembah yang namanya Manoa. Nah dari kamar saya bisa lihat air terjun jauh di pegunungan, dan di belakang gedung ada sungai kecil yang jernih dan sering saya duduk-duduk sendirian di rumput di bawah pohon sambil merenung atau menulis sesuatu. Salah satu tempat terindah yang pernah saya tinggali di samping Colorado sini yang setiap saat saya bisa memandangi pegunungan, bahkan kalau keluar kota sedikit saja, saya bisa menyaksikan pegunungan yang puncaknya ditutupi salju hampir sepanjang tahun. Mungkin karena saya dibesarkan di pulau Jawa yang penuh sesak, rumah berdempetan dengan gang-gang kecil kecil yang sering kali kotor dan bau, jadi alam pedesaan yang asri berjauhan antar tetangga selalu menjadi idaman. Yang terpenting bagi saya juga pepohonan! Saya suka kehijauan!***