Hari ini teman-teman SD Besar berdiskusi bersama tentang hasil eksperimen nasi yang telah dilakukan selama 2 minggu, kegiatan dibuka dengan memanjatkan doa dan waktu hening. Sungguh terasa syahdu, dimana teman-teman Oya, Bengawan Solo dan Kapuas duduk berdekatan, membagi energi bersama. Setelah itu, dipimpin oleh kak Putie, teman-teman mulai melakukan pemanasan dengan merespon musik, seru sekali melihat teman-teman berani unjuk kebolehan, mencontohkan gerakan-gerakan yang unik, bahkan sesekali mengundang tawa semua yang hadir di Pendopo. Sungguh suasana pagi yang seru dan hangat.
Setelah itu, teman-teman mulai membawakan nasi dari setiap kelas, lalu menceritakan perlakuan spesifik yang dilakukan. Di kelas Oya (6) menceritakan bahwa nasi tersebut diberi perlakuan yaitu diberi kata-kata negatif, “Nasi kamu jelek, kamu putih!” ungkapannya. Kelas Bengawan Solo (5) dengan cara dicuekin, saking dicuekinnya bahkan ada anggota kelas yang tidak ingat sama sekali ada nasi di situ, dan kelas Kapuas (4) dengan cara diberikan kata-kata positif. Misalnya beberapa anak ada yang menceritakan hal-hal seru yang terjadi di kelas, dan aktivitas hariannya.
Setelah itu, teman-teman menyelidiki dan melihat dengan saksama hasil nasi, lalu dilanjutkan dengan berdiskusi dan menyampaikan argumen, salah satu yang menarik, adalah ketika salah satu kawan Kapuas memaknai fenomena nasi di kelasnya lebih cepat busuk. Menurutnya kata-kata positif itu tidak berdampak pada nasi, tapi pada bakteri (makhluk hidup) yang ada di sana, sehingga mereka berkembang lebih cepat karena energi positif tersebut. Sungguh sebuah praduga dan hipotesis yang keren dari anak kelas 4. Sebetulnya ada banyak lagi argumen-argumen yang seru, ada yang menganalisis dari faktor cuaca, jenis nasi, banyak air bahkan cara perlakuan. Sungguh diskusi yang seru. Di sesi terakhir, kak Fifin menyimpulkan dari diskusi tersebut, bahwa ternyata energi itu berdampak, perlakuan kita, kata-kata kita tentunya akan berdampak pada hidup kita.
Acara diskusi ini, ditutup dengan penyambutan kelas 4 di SD Besar, teman-teman kelas 5 dan 6 memberikan selamat dan kata-kata positif kepada kawan Kapuas sekaligus berkenalan, semoga ini menjadi ruang bagi mereka untuk berempati dan menumbuhkan koneksi antara satu dan lainnya. Aamiin.
Terima kasih, Kak Asep sudah mendokumentasikan kegiatan ini melalui tulisan yang ciamik. Takjub dengan pendapat salah satu anak yang bahkan orang dewasa tak pernah terpikirkan. (^.^)d
Mantap ya anak-anak