Dari sewaktu kecil hobiku adalah bermain bola. Sampai orangtuaku sering sekali membelikan aku perlengkapannya seperti sepatu, bola hingga sarung tanggan kiper. Hobi sebenernya, di bola ini menurutku bisa menjadi peluang untuk menjadikan keseriusan di bidang olahraga ini jika dilatih terus menerus sampai sekarang ini. Sekarang sebenarnya aku menyesal ingin kembali melatih lagi hobiku ini. Jadi teringat saat aku dan neneku pergi membeli bola, kaos kaki dan ditemenin bermain di lapangan hingga sempat sengaja pergi ke stadion Jalak Harupat dengan saudaraku yang lain. Oh iya aku juga pernah mengikuti konvoi dengan saudaraku saat Persib lagi naik-naiknya saat itu juara dan mengadakan konvoi bebesaran saat itu di Kota Bandung.
Olahraga bola menerutku sudah aku latih sejak kecil, dari mulai main sama anak-anak sekomplek dan pernah mengajak main orang dari desa sebelah. Saat itu juga orangnya masih ramah-ramah dan mau untuk di ajak main. Saat itu hampir setiap minggu pasti kita ke lapangan untungnya ada lapangan kosong di sekitar rumahku. Dari mulai aku disamper temen-temen hingga temen kerumah-kerumah. Aku juga masih inget kata-kata ajakan yang sering kita ucapkan seperti "Farhan maen yu, Samde maen bola yu". Hal paling mengasikan dengan hal pertemanaan saat itu tidak hanya main di lapang gratis, kita juga pernah patungan bermain untuk sewa lapang hingga bertanding dari Komplek ke komplek. Hingga pada saatnya temen-temenku sudah sebagian menghilang dengan kesibukannya masing-masing.
Bermain bola tak hanya sampai situ, untungnya saat aku sekolah aku memilih exkul bola. Jadi setiap hari Jumat aku dan sekolahku berlatih di tempat olahraga. Kebetulan sport club tersebut tidak jauh juga dari sekolah. Dari mulai latiahan seminggu sekali akhirnya sekolahku di ikutkan di kompetisi Ais Cup. Memang pada saat itu kami belum menemukan history dan masih banyak pemain yang masih dibilang cukup awam, jadi mau tidak mau memang point selisih tipis dengan melawan Sekolah Pribadi. Jadi ingat betapa keringnya main saat jam 1 siang di atas terik-teriknya, selang beberapa menit saja tenggorokan kering sekali. Tetapi tidak hanya itu pada saat itu juga memang badan-badan smp terlihat sudah sma kelas 2-3 jadi jauh sama badan yag masih SMP. Jadi masih kalauh jauh dengan 0-8. Pada saat itu juga aku malu karena tim kita masih belum nemu histork dan yang main juga kebanyakan kurang supportif.
Hingga saat ini aku masih kengen bermain bola, tetapi juga masih belum tahu aku bisa atau tidaknya karena sudah lama sekali aku tidak bemain bola. Semoga dengan pandemi ini kelar aku ingin menyempatkan untuk bermain bereng dengan teman-temanku.