AES014 Jejak Digital
Sanya
Friday October 18 2024, 10:03 AM
AES014 Jejak Digital

Sekarang serba viral. Kemajuan teknologi memang pisau bermata dua. Tidak sedikit tokoh yang sedang naik daun dikuliti habis-habisan karena terbongkar jejak digitalnya. Jejak digital ini seperti galeri terbuka. Siapapun boleh masuk dan menilai. Mungkin untuk creator nya sebagai wadah untuk berekspresi, untuk komentatornya sebagai wadah berpendapat. Baik buruknya tergantung situasi.

Jadi penasaran bagaimana jejak digitalku. Apakah memalukan juga? MySpace, Friendster dan Path sudah tidak ada padahal penasaran juga seperti apa aku dulu. Jejak digitalku tersisa di Facebook, Twitter dan Instagram yang masih relatif baru. Kadar memalukannya masih so-so lah.


Jejak digital untukku seperti membuka album dan diary lama. Merekam perjalananku mulai dari masa sekolah sampai sekarang. Kalau dilihat-lihat lucu juga aku pernah muda, pernah punya pemikiran seperti itu saat muda suka menulis tebak-tebakan receh, ngetwit asbun, flashback kejadian masa lalu, lihat foto orang dimasa lalu, melihat kembali mereka yang bersamaku saat timeline nya satu garis denganku lalu sekarang berjalan dijalannya masing-masing. Nostalgia. Jejak digitalku terpantau aman sepertinya dari dulu memang tidak hobi mengumpat, alay normal untuk seusia itu. Terima kasih diriku dimasa lalu sudah menyelamatkan wajahku saat ini.

Sekarang jejak digitalku bertambah berkat Ririungan ini. Mulai lelah dengan media sosial yang ramai kuberalih kesini, menulis jejak digitalku yang baru. Ada perasaan lain saat merekam pemikiranku disini. Ketenangan yang tidak didapatkan di media sosial lain. Menulis untuk diriku tanpa memedulikan tanggapan orang lain. Ada mindfulness disini, seperti pergi berkemah pergi dari kebisingan kota. Rasanya cocok untuk menaruh jejak yang baru sesuai dengan keadaanku saat ini.

Nanti pada saatnya, saat aku membaca tulisan-tulisanku terdahulu bisa menjadi bahan refleksi. Sudah sejauh mana aku berkembang menjadi diriku yang lebih baik.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Duh senang sekali baca tulisan Sanya yang ini. Terutama 2 paragraf terakhir. 🙏🏼
sanya
@sanya   2 years ago
Hehe terima kasih Kak sudah mendampingi umbi yang baru menetas ini😁
You May Also Like