Resensi Novel A Monster Calls
Karel Knoch
Friday October 15 2021, 8:25 AM
Resensi Novel A Monster Calls

Kisah Bangunnya Sosok Bumi Yang Tertidur Untuk Membantu Bocah


Identitas Buku:

Judul Buku: A Monster Calls
Nama Pengarang: Patrick Ness
Pembuat Ide: Siobhan Dowd
Ilustrasi: Jim Kay
Tahun Terbit:
Tahun Cetak: 2016 Februari ,PT Gramedia Jakarta
Ketebalan Buku: 216 Halaman 21 cm
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Nomor Edisi Buku:978 - 602 - 03 - 2081 - 6

Pada catatan penulis, Patrick Ness menceritakan beliau belum pernah bertemu dengan Siobhan Dowd, ia hanya mengenalnya seperti kebanyakan orang yang menggemarinya. Beliau membuat karya ini dengan tujuan memperlihatkannya ke Siobhan Dowd. Beliau merasa menjadi penerusnya.

Cover buku:
A Monster Calls | Mari Ngomongin Buku

Sinopsis Cerita

(Sinopsis dengan spoiler akan ditandai dengan bold)


Suatu malam Connor mendapat mimpi buruk yang sangat membuatnya ketakutan untuk pertama kalinya. Mimpi tersebut berisikan kegelapan, debu dan asap yang mencekik paru-parunya, tangisan perempuan, tangan yang ia genggam dengan erat sekuat tenaga agar tidak tergelincir tetapi tetap saja akhirnya tergelincir.
Ia terbangun di kasurnya, dan untuk pertama kalinya ia melihat sang monster ada di halaman belakangnya melalui jendela kamar. Saat itu ia tidak takut karena yang membuatnya takut hanya mimpi buruk itu.
Pertama kali pertemuan mereka, si monster mengambil Connor melalui jendela kemudian dimakan, kemudian Connor terbangun lagi layaknya hanya mimpi. Sekarang sudah pagi, ia dapat melihat lantai kamarnya dipenuhi daun,ranting dan berry dari pohon yew.
Ibunya Connor sedang mengidap suatu penyakit dan sedang menjalani perawatan, ayahnya sudah pergi meninggalkan mereka. Di sekolah Connor hanya memiliki satu teman dan sekarang Connor sedang kesal dengan satu-satunya teman yang ia miliki. Sisanya adalah pembully dan orang-orang yang tidak melihat Connor.
Sejak hari itu hampir setiap malam ia bertemu dengan sang monster, sang monster memberitahu ia akan menceritakan Connor tentang 3 kisah.
Dimulai dari kisah pertama tentang penyihir dan ratu jahat. Belum sempat diceritakan kisah kedua ia sudah harus pindah ke rumah neneknya karena ibunya harus melakukan perawatan dirumah sakit, selama di rumah neneknya ia tidak pernah didatangi si monster, Connor mengira si monster tidak tahu jalan ke rumah neneknya, ayahnya yang dari Amerika juga sempat berkunjung ke Connor untuk menjenguk ibunya. Sampai suatu saat Connor dibully di sekolah sampai emosinya hampir mencapai puncak kemudian di rumah sakit ia juga dibohongi oleh ibunya, ia didatangi monster ketika sampai di rumah nenek. Saat itu rumahnya sedang kosong sehingga hanya dia dan si monster. Sang monster menceritakan tentang kisahnya si monster , tabib dan pendeta. Ia menceritakan bagaimana si monster menghancurkan rumahnya pendeta. Awalnya Connor tidak setuju dengan si monster tetapi ketika Connor diajak untuk menghancurkan rumahnya ia menjadi puas dan kecanduan untuk menghancurkan. Si monster menggunakan semacam genjutsu atau seperti hipnosis sehingga ketika diceritakan kisahnya, sekitarnya akan berkabut dan berubah menjadi kisah yang diceritakannya. Saat penghancuran sudah selesai dan kabut sudah hilang Connor baru sadar bahwa ia menghancurkan ruang tamunya nenek. Ia sudah menghancurkan jam yang sangat mahal dan juga sofa-sofa antik. Tangannya dipenuhi darahnya sendiri, ketika grandma pulang ia langsung menangis tetapi Connor tidak tahu harus melakukan apa, sejak saat itu grandma tidak pernah berbicara dengan Connor.
Singkat cerita, Connor sedang berada di sekolah kemudian di bully, ia sudah muak menjadi tidak kasat mata. Saat itu Connor seperti dikendalikan oleh sang monster, sang monster menyampaikan kisah ketiga tentang manusia tak kesat mata yang membuatnya terlihat oleh orang lain yang, dengan bersamaan ia juga mengendalikan Connor membuatnya ia menghabisi Harry sampai berdarah-darah, hingga tulang-tulang nya patah. Saat itu semua anak di sekolah ketakutan melihat Connor menjadi sadis. Saat itu ia dipanggil ke ruang kepala sekolah bertemu dengan semua guru, untungnya mereka semua mengerti Connor sedang berada di masa-masa sulit.


(spoiler)

Hidup ibunya sudah hampir usai, sebelum itu Connor meminta grandma untuk mengantarnya ke rumahnya yang dulu untuk bertemu pohon yew, ia pun pergi ke bukit dan bertemu pohon yew. Ini adalah mimpi buruk tersebut. Ia dan pohon yew akan menghadapi mimpi buruk tersebut. Mereka sedang menghadapi si monster yang berada di mimpi buruk itu, monster yang ia takuti. Monster yang jauh lebih besar dari si monster pohon. Merangkak menggunakan 4 kaki, terbuat dari asap, bunga api, debu. Yang membuat Connor sesak ketika menghadapinya. Ia kemudian dicampakkan ibunya sedang tergelincir di bukit. Ia kemudian dengan cepat menggenggamnya. Tetapi ia tidak cukup kuat untuk tetap menggenggamnya. Si monster pohon tetap memanipulasi Connor untuk melepaskannya karena Connor ingin ibunya jatuh. Awalnya Connor bersikeras untuk tidak menjatuhkan ibunya tetapi akhirnya ia melepaskannya dan mimpi itu selesai. Ia membantah bukan ia yang mau tetapi itu adalah kecelakaan. Padahal si monster juga sudah tahu ia memang mau melepaskannya sampai akhirnya Connor mengakuinya dengan berat hati.
Karena Connor sudah mengakuinya ia yang mau melepaskan ibunya, mereka berhasil keluar dari mimpi buruk tersebut, sebelum Connor tersadar, si monster pohon sudah berjanji untuk menemaninya di masa terakhir ibunya. 
Connor terbangun di bukit tersebut diselimuti akar-akar besar, langit sudah gelap. Kemudian ia ditemukan oleh grandma kemudian diangkat ke mobilnya. Mereka sedang menuju rumah sakit untuk mengucapkan selamat tinggal pada ibunya. Mereka datang sangat tepat waktu, monster pohon juga hadir di saat-saat terakhirnya. Kemudian cerita diakhirkan ketika ibunya meninggal

A Monster Calls : Sinopsis dan Review-nya
Yang aku sukai dari buku ini adalah caranya si monster menceritakan kisah-kisahnya terutama pada kisah ketiga, kelebihan dari cerita ini adalah cara ia bertemu dengan monster dan hampir setiap bab ada minimal 3-5 ilustrasi. Ilustrasinya sangat abstrak, hanya terdiri dari garis-garis hitam sehingga terlihat seperti mimpi buruk yang tidak jelas.
Kekurangannya adalah ketika disekolah ceritanya lumayan bosan, dan menurutku ceritanya terlalu suram dan gelap, tetapi itu hanya opiniku saja, sepertinya cerita ini tidak memiliki kekurangan, kekurangan yang dimiliki hanya sesuatu yang aku tidak sukai saja.

Contoh Ilustrasi pada buku:

A Monster Calls, Berusaha Mengingkari Kenyataan | Darmawan Blog
Resensi Novel Anak-Anak] A Monster Calls (Panggilan Sang Monster) by  Patrick Ness ~ Funny. Smart. Single. Crunchy. HOT.
Resensi Novel Anak-Anak] A Monster Calls (Panggilan Sang Monster) by  Patrick Ness ~ Funny. Smart. Single. Crunchy. HOT.
The Jade Sphinx: May 2015

Di cover belakang buku ada pemberitahuan bahwa novel ini sudah diadaptasikan menjadi film.
A Monster Calls (film) - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mohammed Arabey's review of A Monster Calls

Kesimpulannya kalian harus baca cerita ini, cerita yang sudah memiliki clue endingnya dari awal dan perjuangan anak kecil untuk menghadapi kehidupan yang sulit karena penyakit yang diderita ibunya dan juga hal-hal berat yang dihadapi di sekolah.
Akan lebih baik jika di akhirnya ada sedikit cerita lagi hal apa yang akan dilakukan monster ketika urusannya sudah selesai. Saat aku selesai membaca aku lumayan gatal karena endingnya begitu saja tidak dijelaskan apa yang akan mereka lakukan setelahnya. Tapi memang harus seperti itu endingnya karena kalau dilanjutkan kemungkinan akan jadi bosan. Mungkin bisa ditambah sekuelnya, untuk menceritakan apa yang akan dilakukan monster pohon dan Connor. 

RATING : 9/10