AES 1348 Siaga Berperang
joefelus
Sunday March 2 2025, 10:19 PM
AES 1348 Siaga Berperang

Saya melompat dari tempat tidur, kaki sedikit tertekuk dan tubuh agak membungkuk dengan kedua tangan terkepal dan bersiaga untuk membela diri. Entah apa yang ada di pikiran saya karena saat itu terasa ada sebuah ancaman yang tidak jelas. Sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Hanya beberapa detik semua itu terjadi, dan saat itu akhirnya saya tersadar bahwa saya telah melompat dari tempat tidur karena suara ramai di luar. Tubuh saya begitu alert dan berusaha siap menghadapi segala kemungkinan.

"Sahuuuur... sahuuur." Saya dengar teriakan-teriakan sangat ramai diiringi bunyi tambur yang sangat keras. Seperti suara perang. Hampir tidak ada harmony sama sekali.

"Kenapa Jo? Itu bunyi orang-orang membangunkan untuk makan sahur." Kata adik saya.

Setengah linglung walau tubuh masih begitu tegang, saya perlahan-lahan kembali ke tempat tidur. Saya betul-betul tidak dapat mencerna situasi yang sedang terjadi, hanya ucapan adik saya, dan sekilas melihat adik saya santai saja dan kembali tidur, maka saya kembali berbaring. Masih bingung tapi tubuh sangat lelah sehingga saya kembali tertidur.

Pagi harinya kami membahas kejadian semalam. Kami berdua tertawa terbahak-bahak. Entah mengapa saya bereaksi semacam itu. Suara orang membangunkan untuk makan sahur sepertinya sudah tidak ada dalam perbendaharaan otak, sehingga sepertinya saya tidak mampu mencerna apa yang sedang terjadi. Harap dimaklumi sudah bertahun-tahun saya tidak mengalami keramaian menjelang subuh yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin membantu mengigatkan untuk makan sahur di bulan puasa. Tubuh saya sudah tidak terbiasa, otak saya sempat tidak mengerti, bahkan ketika kembali ke pembaringan semata-mata karena melihat adik saya begitu santai sehingga otak saya mengatakan bahwa saat itu sama sekali tidak ada ancaman apa-apa.

Tubuh saya memang sangat lelah. Kemarin mengemudi sejak pagi hari, menyiapkan berbagai hal sebelum akhirnya pergi menjemput adik saya dan teman-teman untuk melakukan perjalanan. Pagi harinya otot pinggang saya agak tertarik karena mengangkat air gallon. Entah mengapa ini terjadi sebab sebetulnya saya sudah banyak bergerak sejak pagi jadi seharusnya tubuh saya sudah "hangat" dan tidak perlu stretching agar lentur lagi. Akhirya saya harus menghadapi rasa sakit dan saya tahu rasa sakit itu akan berlangsung selama beberapa hari hingga benar-benar sembuh.

Perjalanan sebenarnya sangat lancar. Jalan Tol Cisumdawu ternyata sangat lengang. Mirip seperti highway 25 dari Fort Collins menuju Denver bahkan ini jauh lebih kosong. Bedanya lajur jalan lebih sempit, jadi saya harus lebih berhati-hati, terlebih saya belum tahu medan.

Malam harinya di hotel saya memutuskan untuk dipijat. Ada seseorang yang bagi saya termasuk sangat trampil memijat. Pijatannya luar biasa dan bagi saya termasuknya sangat amat murah. Dengan jangka waktu yang sama serta kualitas serupa, di Fort Collins saya harus mengeluarkan hampir $100, di sini hanya sepersepuluhnya. "What a treat! What a deal!" Pikir saya. Jadi saya dipijat selama 1,5 jam. Sesudah mengemudi sepanjang hari, dan sesudah dipijat, saya langsung jatuh tertidur dengan sangat nyenyak sampai hingga saat "aneh" dan lucu ketika saya melompat dari tempat tidur dan siaga untuk berperang karena suara ramai di luar. Ini jadi merupakan sebuah cerita seru dari bagian perjalanan singkat menengok kota kecil tempat saya pernah dibesarkan. Hotel saya memang berada sekitar 50 meter dari sebuah mesjid lumayan besar, sehingga berbagai suara sangat keras terdengar di telinga. Ini jadi pengalaman lucu dan seru yang harus diabadikan. Jadi saya putuskan untuk ditulis di sini hahahaha.

Foto credit: kompasiana.com

You May Also Like