AES89 Menjadi Manusia SMIPA #2
matheusaribowo
Wednesday October 22 2025, 6:20 PM
AES89 Menjadi Manusia SMIPA #2

Dalam sebuah obrolan yang kadar santainya 80%, di sebuah warung kopi yang kursinya terisi 80%. Seorang mantan Kakak Smipa mengalirkan pertanyaan-pertanyaan seputar hidup dan kehidupan di Smipa. Ruang hidup kita bersama, selaku keluarga Smipa. Mungkin bagi sebagian Kakak Smipa, dalam sehari, hampir 80% isi lamunannya adalah soal Smipa. Ya, kalau kebanyakan mungkin lebih dari 65%, atau 50%, deh. Belum pernah ada surveinya, sih. Tapi intinya, tidak kurang dari 50% kehidupan kami sehari-hari, ya soal Smipa. Sampailah pada topik yang sederhana namun sering tak terekam. 

"Sedih tuh, kalau liat anak Smipa udah nggak antusias lagi pas liat kupu-kupu terbang. Sedih tuh, kalau liat anak Smipa tidak lagi menceritakan rasa syukurnya karena melihat langit sore yang merona jingga atau terkadang merah muda."

Pernyataan di atas kami sepakati hanya dengan senyum yang saling bersambut. Tentu saja pertanyaannya, "Bagaimana sekarang?"

Bagaimana sekarang? Siang tadi, bersyukur mendengar sorak sorai anak-anak yang begitu lepas merayakan hujan di area bak pasir. Tentu saja orangtuanya ada di sana, di depan kantor, menyaksikan sembari berbincang ringan dengan orangtua lain. "Ah, indah sekali." 

Semoga tetap ada dan banyak, perayaan-perayaan terhadap hal-hal yang dianggap "tak berguna" bagi kehidupan modern yang serba cepat dan transaksional ini. Semoga budaya merayakan hal-hal sederhana dan "kesia-siaan" tetap lestari di perubahan iklim jaman yang makin "nggak seru" ini. 

You May Also Like