Hal tersulit dalam membuat kertas daur ulang adalah ketika proses pencetakan. Karena kita harus memastikan lapisannya tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Jika terlalu tipis, akan sulit untuk membuatnya menempel pada kain. Kalau terlalu tebal sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena sesuai kebutuhan ketebalan kertas saja. Tapi jika ketebalannya tidak sesuai, kita harus mengulanginya lagi.
Ketika mulai paham dan menguasai proses pengerjaannya, aku mencoba banyak hal baru terhadap kertasku. Pertama aku coba untuk menambahkan warna, yang ternyata harus dilakukan banyak percobaan. Jumlah pewarna yang diberikan harus sangat diperhatikan, karena warna kertas saat kering akan menjadi lebih muda dibandingkan saat basah. Aku juga coba menambahkan gold leaf agar seperti ada serpihan emas di kertasnya. Memang sih gold leaf ini membuat tampilannya jadi tampak lebih keren, tapi agak ribet juga. Karena jika dimasukkan pada saat kertas dihancurkan di food processor, serpihan emasnya kurang terlihat. Sedangkan jika ditempelkan manual satu per satu ke kertas saat masih basah, hasilnya jadi bagus tapi menghabiskan banyak waktu.
Selama ini, aku selalu menggunakan pewarna kimia atau pewarna makanan. Jadi aku pun mencoba untuk menggunakan pewarna alami. Seperti warna hijau dari green tea, kuning dari kunyit, dan coklat dari bubuk coklat. Warna green tea sendiri sangat sulit untuk terlihat, malah justru yang terlihat adalah ampas teh nya. Aku juga mencoba menggunakan arang untuk membuat warna abu. Dari yang pernah aku coba ini, kunyit adalah yang paling memunculkan warna walaupun jumlah yang digunakan sedikit.
Agar warnanya bisa lebih beragam, aku memutuskan membeli bahan pewarna batik alami. Di tempat aku memesan pewarna ini, tokonya memberikan catatan cara mendapatkan warna tertentu dengan mencampurkannya dengan bahan tertentu. Misalnya ada yang kalau ditambahkan tawas warnanya jadi hijau. Tapi setelah dicoba-coba, rata-rata warnanya lebih ke arah coklat, merah, dan kuning saja. Jumlah yang digunakan juga harus banyak agar bisa pekat. Hasilnya sih beberapa ada yang tidak sesuai ekspektasi, tapi ini jadi pengalaman menarik bagiku. Apalagi aku melakukan banyak percobaan untuk mendapatkan warna tertentu dari bahan alami.