AES056 Tata Tulis
Sanya
Thursday December 5 2024, 8:21 AM
AES056 Tata Tulis

Menulis tesis merupakan tantangan tersendiri untukku. Disamping isi, mengolah hasil penelitian menggunakan dan menuliskan pembahasannya yang membutuhkan rangkaian kata baku sesuai ejaan membuatku tersadar. Betapa sulitnya merangkai kata-kata. Membuat kalimat yang tidak ambigu, kalimat untuk dimengerti oleh orang yang membaca. Sulit. Hal yang kupikir sederhana ternyata tidak sesederhana itu. Pelajaran bahasa Indonesia memang bukan favoritku sejak sekolah dulu.

Belajar menulis sesuai kaidah, revisi berulang kali sudah menjadi sarapan sehari-hari. Menurutku sudah oke, belum juga berhasil standar pak dosen rupanya. Siklus yang berulang ini untuk sebagian orang (termasuk Fajrin) itu menyebalkan, menyalahkan dosen yang terlalu perfeksionis. Namun menurutku ini hal yang mengasyikkan. Untuk apa belajar dari orang yang standarnya sama dengan kita. Tidak menarik kan? Dari sini aku mulai belajar lagi menulis. Seperti anak-anak yang baru belajar menulis akupun sama. Tidak jadi soal.

Ditengah-tengah perjalanan menulis dan mungkin sudah jalan semesta, ajakan menulis cerita disini membuatku semakin bersemangat. Satu proyek menulis ilmiah, satu proyek menulis alamiah. Hahaha ada gila-gilanya juga.

Rupanya menulis alamiah ini membantuku mengembangkan gagasan dan mengalirkan ide lewat tulisan, tentu ini juga memudahkanku menulis proyek ilmiahku. Setali tiga uang dua-duanya bersinergi saling berpengaruh positif. Ini menjadi kesenangan baruku, menambah skill baru, menulis.

Setelah selesai dengan proyek ilmiah, agaknya terlalu sayang untuk menghentikan proses menulis begitu saja. Syukurlah proyek menulis alamiah ini adalah proyek jangka panjang tanpa revisi. Menulis dapat tetap mengalir setiap hari, tetap menyambungkan sinaps yang sudah terbentuk di bagian bahasa otak.

Namun wajah pengangguran ini tampaknya kentara sekali sampai aku dimandatkan tugas baru, mengkurasi ribuan esai menjadi buku. Keseruan baru dimulai. Membaca dan mengkategorikan isi sesuai dengan tema. Pemahaman konteks, kesesuaian jumlah esai dengan data, mencari penulis yang tidak terdata. Berbekal pengetahuan seadanya kucoba mengerjakan proyek baru tadi.

Saat sudah berhasil mengumpulkan bahan esai keseruan baru dimulai. Menyesuaikan esai dengan tata tulis! Huah ini sedikit mengusikku. Rasanya ingin kurapikan tetapi sudah ada disclaimer pada awal buku yaitu,

Esai-esai yang dimuat di sini langsung dipindahkan apa-adanya tanpa editing apapun. Typo (salah ketik) atau kesalahan yang sama bisa ditemukan di sumber tulisannya. Ini adalah bagian dari keunikan Atomic Essay Smipa (dan bagian dari kemanusiaan kita ).”

Ya! Buku yang sedang kukerjakan ini bukan suatu karya ilmiah. Jauh-jauhlah sifat perfeksionis yang ditularkan dosenku! Sedikit banyak ternyata berpengaruh terhadap caraku melihat tulisan. Pantas saja disematkan keterangan “penyusun” bukan editor. Memang hanya menyusun bukan mengedit hahaha. Yah tentunya tulisanku ini masih jauh dari kesesuaian, masih banyak hal yang perlu diproses kesalahanku hari ini adalah pembelajaran untukku dimasa depan.

Beberapa tulisan memang dibuat untuk dimengerti dan dipahami oleh pembaca, namun beberapa tulisan lain memang dibuat untuk dirasakan dan dimaknai oleh pembaca. 

You May Also Like