Tius tak pernah tahu berapa banyak buku dongeng bisa tersimpan di dalam ingatan manusia. Tetapi Tius tahu, semua cerita dongeng ada di ingatan mbah Oyeng.
Semua dongeng yang Tius mau, selalu bisa mbah Oyeng ceritakan. Cerita wayang, cerita dongeng seperti yang diceritakan bu guru di TK, atau cerita tentang apa saja.
Belum lagi cerita-cerita tanpa judul yang tak kalah banyak. Seperti cerita tentang goa gong. Goa yang bisa mengeluarkan suara gong. Atau tentang jangkrik di musim panen. Semua cerita ada di ingatan mbah Oyeng.
Setelah kelambu penghalau nyamuk ditutup, jarik batik menutup setengah tubuhku, dan mbah Oyeng setengah duduk di tepi dipan, dongeng siap di mulai.
Seorang anak kecil menanti dengan wajah berbinar. Seorang nenek berwajah teduh membetulkan posisi gagang kacamatanya. Sentir telah di dekatkan. Kali ini dongengnya dari cerita di buku sekolah minggu. Judulnya, Yunus di Perut Ikan.
"Mbah Oyeng, Tius mau cari ikan besar. Tius mau tolong Yunus biar bisa keluar lagi."