AES 1221 Informasi
joefelus
Monday October 21 2024, 11:00 AM
AES 1221 Informasi

Saya pagi ini sedang mengingat-ngingat, bagaimana dulu kita semua berusaha memperoleh informasi. Seingat saya, informasi sangat sulit diperoleh, tidak banyak media yang menyediakan itu, kecuali surat kabar, majalah, TV dan radio, sementara itu jika kita ingin mencari, maka yang harus kita lakukan adalah ke perpustakaan atau tempat-tempat yang menyediakan informasi.

Saya ingat ketika di jaman mahasiswa saya membant teman pergi naik bus lalu dilanjut dengan mikrolet di jakarta untuk pergi ke gedung sekretariat ASEAN hanya untuk mencari informasi dan data untuk skripsi. Saya juga harus berkutat dan bersin-bersin duduk di perpustakaan yang berdebu karena sangat jarang dikunjungi. Bayangkan, saat itu informasi sulit dicari dan perpustakaan tetap kosong. Jaman itu sepertinya tidak banyak orang yang berupaya mencari informasi dan kehidupan di masyarakat aman-aman saja.

Berbeda dengan saat ini. Informasi membludak dengan gencar dan masyarakat seperti sedang kesulitan mengolah semua itu. Banyak informasi yag tidak akurat, ada yang memperoleh informasi yang salah, dan menimbulkan banyak guncangan. Kebencian, rasa takut, dan banyak hal-hal negatif muncul kepermukaan karena derasnya arus informasi yang sulit dicerna bahkan ada yang menyesatkan.

Jaman dulu menyembunyikan informasi sangat mudah. Banyak orang, terutama petinggi yang nyaman duduk di atas tahtanya tanpa ada yang menggubris karena masyarakat buta informasi. Jaman sekarang sulit sekali. Misalnya contoh petinggi yang saya angkat kemarin yang berhasil menyelesaikan s3 dalam kurun waktu 1,5 tahun. Karena informasi ini masyarakat mulai merasa geram, lalu ada surat edaran undangan dari Dewan Guru Besar yang akan medisuksikan masalah etika dari kasus itu. Kemarin saya menerima tulisan dari salah seorang co pembimbing yang protes merasa petinggi ini dibully oleh masyarakat bahkan di akhir protesnya ditulis ayat-ayat yang mengkuliahi masyarakat agar tidak berwasangka. Seru!

Kita bereaksi pada informasi. itu sesuatu yang wajar. Jika berhadapan dengan kalangan masyarakat tertentu, apalagi pemimpin, kita juga mempunyai kewajiban untuk melakukan kontrol. Tidak perlu mereka protes, tapi bisa meluruskan. Ada peribahasa bahwa jika ada asap, maka ada api, bukan?

Pagi ini saya juga butuh informasi. Apakah ada tukang yang datang atau tidak, jadi saya mencari informasi.

"Pagi mas, hari ini ada pekerja datang tidak?"

"Pagi pak, hari ini kami fabrikasi kanopi. Besok mulai naik."

Nah dengan begitu jelas bukan? Apalagi jika ada jalur untuk memperoleh konfirmasi. Saya bisa melakukan hal lain daripada menunggu dan mati gaya di rumah. Tapi jika peristiwa di masyarakat dan tidak ada jalur komunikasi, wajar saja jika masyarakat ribut-ribut. Yang bersangkutan, misalnya pihak universitas tinggal memberikan penjelasan. Masyarakat juga berhak tahu jika itu menyangkut pemimpin. Siapa sih yang mau dipimpin oleh orang yang berbohong atau memberikan contoh buruk? Tidak perlu marah-marah, petinggi itu adalah pelayan masyarakat. Masa boss dimarahi? Tinggal melaporkan, memberikan penjelasan, dan semua jadi transparan. Siapa tidak senang jika dipimpin oleh orang yang mumpuni, reliable dan kompeten? Iya khan?

Foto credit: insperity.com

You May Also Like