Diluar begitu cerah sesudah sejak sepanjang hari kemarin tidak ada matahari lalu sore hari turun salju hampir tanpa henti. Walau cuaca begitu cerah, tidak ada sama sekali keinginan saya untuk keluar rumah karena suhu menunjukkan hanya 5F atau setara dengan -15 derajat Celcius. Saya belum memutuskan akan melakukan apa di akhir pekan ini. Setelah minggu kemarin kompetisi American Football berakhir dengan kemenangan team yang saya benci (Hahahaha), saya harus mulai mencari kegiatan seru lain. Yang ramai sekarang adalah bola basket tapi saya tidak terlalu menyukai basket.
"All I need to do is watch the last 2 minutes of the fourth quarter!" Kata saya pada teman-teman soal pertandingan basket NBA. Kalau terlalu jauh score-nya di 2 menit terakhir, saya akan sudah tahu pemenangnya dan tidak perlu menonton lagi, tapi kalau sangat ketat perbedaan scorenya, maka itu saat-saat seru yang patut ditonton. Quarter pertama hingga menjelang akhir quarter keempat memang hanya sekelompok orang bergantian memasukkan bola. Entah sejak kapan saya berhenti menyukai basket, padahal dahulu saya pemain basket yang lumayan, bahkan saya salah satu anggota team di universitas.
Saya kembali memandang keluar, ke halaman belakang yang putih tertutup lapisan salju. Tidak terlalu tebal, hanya sekitar 6-7cm saja. Cerahnya matahari sepertinya menandakan berakhirnya badai yang sudah lewat ke arah timur. Ada peringatan di ramalan cuaca tentang badai beberapa hari terakhir ini, dengan suhu di bawah angka nol yang sangat dingin. Pepohonan masih gundul dan suara burung gagak yang jelek menghiasi pagi ini. Di dekat pagar ada beberapa tupai yang berlarian. Mereka terlihat sangat gemuk, agak aneh juga, sebab biasanya kebanyakan dari mereka berhibernasi selama musim dingin dan akan keluar dari persembunyiannya di musim semi dengan tubuh sangat kurus sebab selama musim dingin mereka sama sekali tidak makan dan tidur selama berminggu-minggu. Semua berubah sekarang. Sepertinya banyak orang yang memberi mereka makan, seperti teman-teman saya dan bahkan boss yang rajin membeli kacang bahkan makanan tupai berupa campuran biji-bijian dan jagung sebesar bantal kursi lalu mereka taruh di depan jendela dan setiap pagi mereka tertawa-tawa menonton para tupai berpesta pora makan makanan gratis yang tersedia tanpa usaha. Ya teman-teman saya menciptakan ketergantungan. Aturan sebetulnya tidak memperbolehkan manusia memberi makan pada satwa liar karena akan merubah prilaku mereka. Bayangkan jika manusia rajin memberi makan beruang dan kijang liar. Mereka akan semakin sering datang dan yang parah nanti mereka tidak akan mampu survive di habitat mereka sebab tidak lagi pandai berburu dan sebagainya.
Semua ini menghiasi pagi saya di menjelang akhir musim dingin. Musim semi akan tiba pertengahan bulan Maret ketika pucuk-pucuk daun mulai bermunculan. Menyadari ini, kesedihan mulai memenuhi dada saya. "Ah, ini akan benar-benar menjadi musim dingin saya yang terakhir, hingga entah kapan." kata saya pada diri sendiri, perasaan saya menjadi keruh dan mendung mengubah suasana pagi ini. Kehilangan pergantian musim selama 4 kali setahun itu sangat berarti banyak. Kemudian saya ingat kata-kata yang dikatakan oleh Matshona Dhliwayo yang berkata demikian:
"Don't mourn over the past, it has no pity for you. Don't cry over the present, it has no sympathy for you; and don't weep over the future, it has no mercy on you.
You can mourn for the past, but it has already gone. You can cry over the present, but it has already arrived, and you can weep over the future, but it was already within you."
Untuk sementara ketika saya membaca kalimat-kalimat yang indah ini, agak kebingungan. Apa maksudnya? Saya terus merenung lalu sedikit demi sedikit saya mulai mengerti. Masa lampau itu sudah lewat, sudah tamat, apapun yang kita lakukan sekarang mengenai masa lalu tidak akan mengubah apa-apa, jadi jangan bersedih. Saat ini lah yang harus dijalani bukan terus dikhawatirkan karena akan segera lewat, dan masa depan semakin mendekat tidak akan dapat dihindari dan akan kita segera hadapi. Apakah maksudnya begitu? Setidak-tidaknya itu yang saya tangkap.
Saya terus memandang ke luar sambil termanggu-manggu. Sudah lebih dari 7 tahun saya hidup di tempat ini, artinya sudah lebih dari 2500 hari. Dari tidak tahu apa-apa, tidak memiliki apa-apa hingga sekarang hampir mengetahui segala seluk beluk setiap sudut kota ini, memiliki banyak sahabat dan bertambah besar tali persaudaraan dan pertemanan saya. Sekarang saya punya lebih banyak teman dan sahabat dari berbagai negara dari 5 benua. Saya sudah berhasil menyebrangkan Kano, anak semata wayang, dan dia sudah mulai mapan menapaki masa kedewasaannya. Saya mulai dari Nol lebih dari 7 tahun yang lalu. Banyak pengalaman yang sudah dihadapi, dan 1000 diantaranya sudah saya catat dalam renungan pribadi, dalam mesin waktu yang selama ini saya ciptakan, walau kurang dari setengah petualangan perjalanan hidup di Fort Collins ini, tapi setidak-tidaknya saya akan bisa mengingat kembali. Ada puluhan ribu foto yang sudah saya buat selama ini. Sudah ada "sejarah" yang dicatat sebagai bagian dari perjalanan hidup ini. Kurang apa lagi? Yang lewat tidak perlu ditangisi, yang sedang dijalani sebaiknya dinikmati dan yang akan datang harus disiapkan. Sesederhana itu saja. Petualangan hidup tidak hanya didapat dari 1 tempat, karena 1 tempat saja tidak akan cukup untuk membuat sebuah petualangan yang berarti.
Apakah saya menangisi badai yang saya alami akhir-akhir ini ? Tidak! Tapi saya mencatatnya sebagai bagian dari petualangan seru. Untuk apa saya bersedih karena menyadari bahwa musim dingin ini akan segera berakhir? Suasana sendu, kabut tebal, dingin dan suara gagak yang jelek adalah bagian dari petualangan yang harus dicatat agar tidak terlupakan begitu saja. Matahari yang tinggi, salju yang tebal, tupai gemuk yang berlarian, itu juga bagian dari petualangan. Berapa kali dalam hidup menghadapi kabut tebal, suhu dibawah nol derajat dan menyaksikan pepohonan gundul serta mendengarkan suara gagak yang jelek? Mungkin daripada larut dalam kesedihan karena takut akan kehilangan, sebaiknya dinikmati saja, lalu secara aktif merasakan dan merangkulnya sebaik mungkin sebagai sebuah bagian dari petualangan hidup yang kesekian yang sangat berarti dalam mewarnai perjalanan panjang kehidupan ini.
Ya, ini adalah tulisan atau catatat saya yang ke-1000 dari petualangan hidup di Fort collins. Masih ada ratusan lagi yang tersisa sebelum memulai lembaran baru di tempat yang berbeda. Dan pada saat itu, saya akan mencoba membuka lembaran baru, lalu mencatat 1000 lagi petualangan baru, dan mungkin akan ada banyak lagi 1000 petualangan yang lain yang akan membuat hidup ini semakin kaya dengan petualangan.
Pak Jo, terima kasih sudah berbagi hidup dengan mencatatkan seribu petualangan seru di Fort Collins ❤️
Terima kasih Kak Yanti
Selamat pak Jo atas capaiannya.. sungguh bukti diri yang luar biasa ❤️
Terima kasih Kak Ine
Seribu NARASI KEHIDUPAN. Tentunya ini luar biasa. Saya pikir ini menggaris bawahi betul apa yang kita sebut-sebut sebagai #merayakankehidupan. Selamat, salut dan terima kasih sudah berbagi Narasi Kehidupan di Ririungan. Mudah-mudahan catatan atas jejak dan pemaknaan perjalanan hidup yang ditinggalkan di sini bermanfaat bagi warga Semi Palar yang sempat meniliknya. Nuhuun pisan. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼😇🤗
Terima kasih kak Andy atas dukungan dan motivasinya, sehingga saya terus bersemangat.