AES 1561 Nasi Gandul
joefelus
Sunday January 25 2026, 12:19 PM
AES 1561 Nasi Gandul

Harum rempah-rempah memenuhi seluruh rumah walau bunyi mesin exhaust menghisap asap maupun aroma pedas sudah berbunyi dengan kencang. Pagi yang sangat dingin ini memang diramaikan dengan kegiatan dapur yang sudah dimulai sejak matahari belum muncul. Suhu diluar masih sangat amat dingin, -19 derajat Celcius karena sejak kemarin subuh sudah turun salju dan sedang ada kiriman udara dingin dari kutub yang hampir menjelajahi seluruh benua Amerika bagian Utara. Di Amerika bagian Timur sendiri sudah dipenuhi dengan badai salju yang lumayan lebat. Kota saya tinggal hanya dapat kiriman salju tipis-tipis, sekitar 2 inci tapi disertai suhu yang sangat dingin, konon semalam mencapai -24 derajat Celcius. Saya sengaja menghabiskan waktu malam di bawah selimut di lantai atas yang jauh lebih hangat dibanding di bawah. Seperti sekarang ini walau dapur banyak kegiatan, udara dingin menggigit tetap terasa. Saya masih belum berani keluar rumah untuk membersihkan carport yang tertutup salju. Tidak apa, saya masih punya banyak waktu hingga tenggat waktu berakhir, sebelum ditegur team pengembang kompleks yang mewajibkan warga untuk membersihkan trotoar dan carport dalam kurun waktu 24 jam sesudah salju berhenti turun. Tetangga sudah terlihat bersih, rumah tempat saya tinggal masih belum. Nanti jika matahari sudah lebih tinggi saya akan mulai.

Hari ini saya bersama mas Aris memang merencanakan mengundang beberapa orang teman untuk makan siang bersama di rumah. Menunya adalah makanan khas Pati, Jawa Tengah yang seumur hidup saya belum pernah mencicipi, yaitu nasi Gandul. Mas Aris memang pernah menanyakan pada saya beberapa tahun yang lalu tentang menu ini. Karena saya belum pernah mencoba seumur hidup, agak ragu-ragu untuk membuat hingga beberapa hari yang lalu saya menyaksikan sebuah tayangan di Youtube tentang makanan ini sehingga penasaran ingin mencoba. Pagi ini saya sudah sibuk merebus daging dan membuat bumbu yang ternyata memang sangat berempah, ada jintan, ketumbar, kayu manis, kencur, jahe, dan sebagainya. Harum ini yang menyelubungi seluruh sudut dan lorong rumah.

Suara salah seorang penyanyi Indonesia melantunkan salah satu lagu karangan Eros Djarot yang pernah sangat terkenal di jaman saya masih remaja menghiasi pagi yang sangat sunyi. Sebuah kesunyian yang sangat saya nikmati selama berada di sini. Tidak ada suara motor maupun kendaraan lain yang berseliweran. Semesta seolah-olah gedung akustik luas sehingga saya dapat menikmati musik dengan sangat maksimal. Tanpa perlu peredam, tanpa perlu mengontrol suara kebisingan dari luar karena sangat sunyi. Apalagi dengan suhu sangat dingin, hampir semua orang berada di dalam rumah masing-masing. Mas Aris sibuk dengan martabak telur kebanggaannya sesudah selesai membuat teh susu dengan variasi cingcau dan jelly rasa kelapa. Ini minuman sangat digemari di kalangan masyarakat Colorado sini. Saya sibuk menyiapkan bumbu halus untuk kuah nasi Gandul dan baceman daging serta telur.

"Wah baunya udah persis, mas!" Kata Mas Aris.

"Iya tah? nanti jenengan yang koreksi rasanya ya. Katanya rasanya harus manis asin, gurih. Saya benar-benar engga tau harusnya gimana." Kata saya yang memang sangat buta dengan makanan ini. Namanya saja baru tahu beberapa tahun yang lalu, belum pernah melihat bentuk aslinya apalagi merasakan. Saya hanya melihat cara membuatnya, bahan-bahan rempah-rempahnya lalu saya "karang" sendiri komposisinya.

Tamu-tamu mulai berdatangan. Semuanya ada 8 orang. 4 orang diantaranya sudah sangat mengenal nasi Gandul, sisanya seperti saya. Ada teman saya yang orang Majalengka, ada yang dari Bali, Nina dan saya. Kami berempat tidak tahu apa itu nasi Gandul.

"Beneran mas Jo belum pernah makan nasi gandul?" Tanya mas Koko yang kalau tidak salah asal Rembang.

"Belum pernah lihat dan belum pernah nyicipi." Kata saya.

"Kok bisa ya bikin makanan yang belum pernah dirasakan sebelumnya tapi hasilnya persis banget." Katanya lagi.

"Iya Oom, enak banget." Kata cucu keponakan mas Aris yang orang tuanya sering sekali membuat makanan ini.

Nasi Gandul sebenarnya hampir mirip dengan gulai, bumbunya menggunakan kemiri, jahe, kencur, jintan, kayu manis, bawang merah dan putih, daun jeruk, salam, lengkuas dan serai, Bumbu dihaluskan dan dimasak dengan santan lalu dicampurkan kedalam rebusan daging tetelan. Makanan ini juga ditemani dengan bacem daging dan telur yang juga saya buat. Seharusnya menggunakan banyak jerohan atau organ sapi, hanya saja di Colorado saya hanya menjumpai babat dan daging, jadi itu saja yang saya buat. Saya membuat sedikit perbedaan, baceman khas Pati tidak menggunakan asam Jawa, Saya tadi sengaja menggunakan asam jawa karena agak keukeuh ingin menambah satu rasa yang belum ada yaitu rasa asam agar semua indera pencecap kebagian tugas. Ternyata itu yang tidak biasa bagi penggemar nasi Gandul. Ya sudah, saya setidak-tidaknya sekarang sudah belajar dan mengerti makanan khas Pati yaitu nasi Gandul. Ternyata saya menyukainya walau tidak bisa terlalu banyak karena kepala saya agak senut-senut, mungkin kolesterolnya lumayan tinggi hehehe

Foto credit: cookpad.com

You May Also Like