"Jo, minta tolong pilihkan Essay yang Gue Banget ya. Lagi cari essay untuk buku khusus." Kata Kak Andy.
"Siap kak!" Jawab saya.
Saat itu sudah malam hari di Seattle, saya tiba di kota ini sore tadi.Β Di luar sangat sepi, saya baru pulang dari makan malam beberapa block dari hotel tempat saya menginap. Agak sulit ternyata berpergian di kota ini karena parkir begitu sulit dicari dan jika ada tempat parkir, ongkos parkirnya super mahal. Jadi saya memutuskan untuk pulang ke hotel dan berjalan kaki untuk mencari makan malam di sekitar hotel.
Sepi, basah dan dingin. Ini kesan pertama saya terhadap kota ini. Sepi kemungkinan besar karena sudah malam dan akhir pekan, mungkin juga lokasi hotel saya lebih ke daerah industri daripada ke tengah kota dan di sekitar saya banyak sekali pembangunan yang masih sedang berlangsung. Saya menganggap remeh kondisi cuaca di Washington State ini. Di Colorado suhu 1 digit itu bisa saya nikmati dengan nyaman, di sini ternyata berbeda karena dingin dan basah! Dinginnya beda dan saya tidak membawa pakaian yang cukup tebal. Untung saja sesudah berjalan beberapa block saya menemukan sebuah restoran kecil yang menyajikan masakan kari ala Jepang. Jadi saya makan di situ dengan nikmat karena saya sudah kelaparan sejak siang tadi.
Saya sudah menulis lebih dari 290 essay di AES. Ternyata malam ini tidak mudah memilih tulisan-tulisan yang gue banget! Sebelum saya mulai memilih, saya pertama berpikir. What defines me as a person? Huh? kok serius banget sih? Namanya juga Atomic Essay Smipa, jadi menulis itu harus serius tapi juga santai. Maksudnya dari awal para ponggawa penulis di AES ini menggembar gemborkan bahwa menulis sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan literasi, menulis sebagai bentuk pengembangan diri, refleksi diri, dan sebagainya. Menulis juga harus santai dan jujur yang artinya ya harus nyaman, enak dibaca dan jujur karena kita menulis di dalam keluarga. Tidak perlu jaim di kalangan sendiri karena toh modalnya sudah diketahui semua hahaha..
Eniwei, kembali ke pertanyaan semula, Bagaimana atau hal-hal apa yang menggambarkan diri saya sebagai sebuah pribadi? Kualitas apa yang ingin saya tonjolkan untuk mengambarkan siapa saya sebenarnya? Ternyata ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab. Kata "gue banget" itu ternyata sangat dalam artinya!
""Ya ampun Jo, memangnya umur brapa kok pertanyaan semacam ini kok masih belum bisa dijawab?" Omel saya pada diri sendiri. Hmm... Ini masalah serius! Saya membaca satu demi satu dari sekian banyak tulisan saya dan kebingungan karena setelah dibaca ternyata tidak banyak yang bisa mewakili sebagai "saya"! Dari 290-an saya hanya berhasil memilih 5. Masih harus memilih 15 tulisan lagi. Saya bingung.
Dalam kebingungan saya mulai berpikir, sebenarnya kriteria apa yang dapat menggambarkan sebuah pribadi sehingga orang dengan mudah mengatakan "Oh, ini gue banget, deh". Seperti dulu saya pernah mengadakan sebuah acara kumpul-kumpul di rumah dan mengundang beberapa keluarga yang tinggal dalam satu kompleks. Salah satu tetangga yang saya undang ternyata sangat menyukai jenis makanan Mexico yang saya sajikan lalu dia berkomentar,"Wah ini makanannya gue banget deh!" Pada saat itu saya terima sebagai bentuk apresiasi, pujian terhadap masakan yang saya buat. Tapi tentu saja masakan saya tidak betul-betul define who she is. Mungkin hanya menunjukkan makanan kegemaran dia saja. Tidak mungkin khan menyamakan dia dengan burrito atau guacamole? hahahaha
Kriteria seseorang bisa digambarkan sebagai kumpulan dari kepingan-kepingan puzzle. Setiap keping menggambarkan sebuah ciri spesifik kepribadiannya yang kemudian jika digabungkan maka akan menjadi gambaran yang utuh. Nah sesudah berpikir demikian maka saya mulai bisa melihat sebuah benang merah kira-kira sisi-sisi spesifik apa saja yang bisa saya pilih untuk menggambarkan "saya". Misalnya, bagaimana cara berpakaiannya, pemikirannya, atau hal-hal yang sederhana, makanannya, cerita-cerita pengalamannya, hobbynya dan sebagainya. Sampai di sini mulai memiliki kriteria yang lebih jelas.
Ketika mulai memilih, saya kemudian menyadari bahwa selama ini ketika menulis, saya hanya mengembangkan ide-ide dan pemikiran yang muncul secara spontan tanpa berusaha menulis sesuatu untuk menggambarkan siapa saya sebenarnya. Memang dalam banyak tulisan tanpa sengaja saya sering memasukkan pengalaman dan pendapat pribadi. Semua itu hanya sekedar menyampaikan pendapat sebagai hasil dari refleksi diri. Ya mudah-mudahn saja dari tulisan-tulisan yang nanti terpilih bisa menggambarkan sedikit tentang "gue" walau belum tentu bisa dikatakan "gue banget" hehehe***
Wkwkwk... semoga permintaan ini ga jadi bikin pusing ya Joe... ππΌπ
Hahaha... bagus malah Kak, jd bahan refleksi dan juga jadi mikir kalau selama ini tulisan2 saya banyak yang tidak terencana dengam baik.