Masih dari catatan perjalanan Niis ke Gambung jilid 2. Saya menyimpan satu ide yang belum terlaksana di perjalanan sebelumnya. Yang menggembirakan ide itu terlaksana dan seperti judul yang dituliskan, hal ini mudah-mudahan jadi jejak kebaikan yang kami tinggalkan sepulang kami dari perjalanan tersebut.
Cerita saya mulai dari sini - dari perjalanan kami hiking ke sebuah sungai yang alirannya terletak di tepian hutan lindung dan kebun kopi di daerah Cisondari. Lokasi ini berjarak sekitar 4,5 km dengan rute yang cukup menantang, sebagian jalan adalah jalan makadam (jalan berbatu khas perkebunan) yang hancur karena banyak pengendara motor cross melintas di sana. Ban pacul dan tenaga mesin yang besar banyak mendongkel batu-batu yang terpendam dalam tanah dan membuatnya berserakan di permukaan jalan. Hal ini menjadikan permukan jalan tidak mudah dilalui pejalan kaki. Kami harus betul-betul memilih ke mana akan melangkahkan kaki. Di beberapa titik, jalan cukup menanjak dan membuat badan berkeringat dan nafas terengah-engah - menandakan medan yang tidak mudah dilalui.
Memasuki paruh pertama perjalanan, teman-teman kecil mulai bertanya kepada saya, "Kak Andy, sungainya masih jauh?". "Kak Andy kapan kita sampai?" "Jalannya masih lama?" dan seterusnya. Saya merespon seperlunya, dan saya berpikir ini jadi waktu yang pas untuk menjalankan ide saya. Saya berhenti dan mengeluarkan kantong kresek dari tas saya. Saya mulai memunguti sampah yang saya temukan di sepanjang perjalanan - dan sedihnya ini (menemukan sampah) bukan hal yang sulit.
Tidak lama, kedua teman kecil, Andra dan Obiet mulai memperhatikan apa yang saya lakukan. Saya mulai minta bantuan mereka untuk mengambil sampah yang ada di dekat mereka. Awalnya mereka masih ragu, tapi sejalan dengan waktu, mereka semakin antusias mengamati dan memunguti sampah yang ada di hadapan mereka. Tidak lama, Obiet bertanya, "kak Andy masih ada kantong kresek?" Tersenyum dalam hati saya mengambilkan kresek dan memberikannya kepada Obiet. Lalu hal ini jadi menular kepada Andra. Andra juga minta kantong kresek kepada saya. Akhirnya kami bertiga sibuk dengan kantong kresek kami masing-masing. Erna, mama Andra juga membantu - dan akhirnya kita berempat menjalankan operasi semut, memunguti sampah di sepanjang perjalanan.
Bonusnya, kesibukan ini ternyata mendistraksi mereka dari perjalanan yang harus mereka tempuh. Sampai akhirnya di satu titik, ke empat kresek kami sudah penuh dengan sampah plastik - dan ternyata kami baru saja melampaui tanjakan curam yang harus kami lewati untuk mencapai tujuan. Kami mengumpulkan 4 kantong kresek penuh dengan sampah - yang kami bawa kembali ke PPM - ke tempat kami berangkat.
Dari situ sungai yang kami tuju sudah dekat. Suara aliran air sungai tidak lama terdengar membuat rombongan semangat melangkah. Tidak lama kamipun sampai ke tujuan. Anak-anak segera lupa dengan letihnya badan mereka melihat aliran sungai yang begitu jernih dan mengundang bermain. Kami sampai di tujuan!
Sampah yang terkumpul ini bukan sampah kami, tapi apa yang sudah kami lakukan adalah menebar kebaikan. Tempat ini jadi lebih bersih daripada sebelum kami berkunjung ke sini. Lagipula kami semua mendapatkan kegembiraan dari perjalanan kami mengunjungi tempat yang luar biasa. Bermain di alam yang masih begitu bersih, bercengkrama di sungai yang masih sangat jernih. Semoga apa yang dilakukan ini jadi jejak kebaikan yang kami tinggalkan dari perjalanan singkat kami ke sana - dan bisa kami lakukan juga di tempat-tempat lain yang mungkin akan kami kunjungi. Salam.