Pukul 5:05 seperti biasa di hari Senin alarm berbunyi. Hari Senin memang jadwal saya berenang. Tapi hari ini saya tidak akan ke kolam renang karena harus mengantar Kano yang berangkat kerja pukul 6:30. Saya tidak tega membiarkan anak ini berangkat sendiri berjalan kaki sejauh 3km dalam cuaca -7 Derajat. Walau bisa saja ini dijadikan latihan dia untuk hidup mandiri dan bertanggugjawab atas kegiatan keseharian dia, tapi saya pikir jika saya bisa, mengapa tidak dibantu saja? Toh saya bisa!
Berjalan di suhu dibawah nol memang tidak nyaman, saya pernah sekali atau dua kali berangkat kerja berjalan kaki di suhu -21 derajat, sekujur tubuh saya sakit-sakit terutama dibagian wajah dan telinga, juga bagian tangan. Tubuh memang dibungkus dengan berbagai lapis pakaian tapi bagian wajah tetap dibiarkan terbuka walau ada semacam masker tapi tidak melindungi sebaik pakaian beberapa lapis yang melindungi tubuh. Pendeknya saya punya keinginan untuk membiarkan Kano membiasakan diri hidup mandiri dan bertanggungjawab, tapi belum sampai hati, saya belum bisa, masih terlalu kasihan hahaha.. Ya, saya belum bisa!
Cerita lain, sejak kemarin badan saya agak kurang fit. Sudah 2 hari terakhir seperti akan kena cold, entah kalau di Indonesia istilahnya apa karena ini bukan flu haha.. Ya memang tubuh tidak nyaman dan mulai agak khawatir saya akhirnya terkena Covid karena tenggorokan saya sakit. Tapi sesudah meminum vitamin dan semacam imboost ditambah istirahat cukup, sakit tenggorokan saya hilang walau keluhan lainnya masih tetap ada. Kemarin saya abaikan dan sibuk seharian membuat cuanki from scratch. Saya membuat kuah dari tulang, membuat berbagai macam baso dari ikan. Pokoknya lengkap termasuk 2 macam yang digoreng. Kalau kata teman saya di media sosial, dia bilang kalau Jo sedang masak, niat banget! Hahaha.. Kenapa begitu? Karena saya punya waktu dan saya bisa!
Sejak kemarin karena tubuh yang tidak nyaman itu, saya belum menulis. Kemarin saya tidak bisa berkonsentrasi untuk berpikir karena kepala senut-senutan terus. Untuk menulis saya tidak bisa. Saya lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk berkegiatan fisik seperti masak. Masak bisa karena tidak melibatkan proses berpikir yang serius, tapi kalau menulis tidak bisa.
Sambil menunggu Kano bersiap-siap pagi ini, saya punya waktu 45 menit. Kepala saya masih belum nyaman, tapi saya tidak mau bolos kerja walau sebetulnya saya punya jatah sakit hampir 200 jam. Untuk sementara orang jika punya tabungan jatah sakit, kebanyakan menggunkannya, saya tidak. Kenapa? Entahlah, saya punya tanggungjawab di kantor dan hanya boss saya yang bisa mengambil alih, jadi saya tidak bisa (walau sebetulnya tetap bisa) membiarkan atasan saya mengerjakan pekerjaan saya. Kedua, saya tinggal di apartemen di kampus, jadi apa bedanya saya berada di rumah atau di kantor? Dua-duanya ya di kampus. Mungkin bedanya di rumah saya bisa pakai piyama dan tidur-tiduran sambil nonton TV sedang di Kantor saya harus berpakaian dan bertingkah laku yang "resmi". Hahaha.. bedanya sedikit. Saya tetap memutuskan untuk berangkat kerja, karena kondisi tubuh semacam ini masih bisa dihadapi. Ya, saya bisa.
Kalau dipikir-pikir, semua kondisi yang saya tulis di atas semua berkaitan dengan pilihan, bukan? Mengantar Kano atau tidak, berdiam diri atau masak, berangkat kerja atau tidak. Semuanya adalah pilihan. Kriteria yang saya ambil untuk memutuskan pilihan adalah bisa atau tidak. Termasuk menulis kali ini. Dengan kondisi kepala yang nyut-nyutan ini, sebetulnya saya bisa memilih untuk beristirahat tidak menulis dan menerima risiko "bolong". Semalam sebelum tidur saya mempertimbangkan ini karena tidak ada ide dan sulit berkonsentrasi. Tapi pagi ini saya masih tidak bisa membiarkan ada "kebolongan" karena itu saya memutuskan untuk menulis. Sayang kalau sudah sekian lama terus menerus menulis lalu menyerah hanya karena kondisi tubuh agak kurang baik. Ini yang saya pikirkan, kalau saya memilih tetap pergi kerja, tentunya saya bisa menyisihkan waktu kurang dari 1 jam untuk menulis bukan? Nah saya punya waktu sambil menunggu Kano sekitar 45 menit. Saya tiba-tiba punya ide soal "bisa atau tidak" Jadi saya langsung mulai menulis. Ternyata Saya Bisa! Hahaha...
Foto credit: callcenterhelper.com