AES 608 Starting Is Difficult
joefelus
Saturday January 21 2023, 3:27 AM
AES 608 Starting Is Difficult

Memulai sesuatu yang baru itu sangat sulit. Itu saya jadikan judul tulisan ini, karena memang begitu adanya. Sesuatu yang baru itu tidak hanya sulit tapi jujur saja, menakutkan! Kenapa begitu? Karena sesuatu yang baru itu mengarah pada perubahan, dan perubahan artinya membongkar status quo, mendobrak zona nyaman! Nah rata-rata manusia itu sangat menyukai hal yang stagnan karena sangat nyaman, kalau istilah urban slang bule nya chill. Seperti misalnya besok adalah akhir pekan, I just want to chill at home. Artinya saya hanya akan bersantai-santai, bermalasan, melakukan hal-hal yang menyenangkan, dan tidak serius. Nah, perubahan justru bertentangan dengan itu sehingga semua orang punya kecenderungan yang sangat natural untuk menunda-nunda selama mungkin.

Hal yang kedua mengapa memulai sesuatu yang baru itu sulit adalah karena semua orang khawatir akan kegagalan. Untuk menghindari kegagalan, tentu saja menunda atau justru menghindari melakukan hal-hal yang baru. Kegagalan adalah suatu hal yang sulit diterima, memalukan dan juga menjadi semacam noda, hahaha. Jadi wajar saja kalau kita tidak merasa yakin bahwa perubahan itu akan mudah dilakukan, kita akan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukannya.

Melakukan sesuatu yang baru itu melibatkan tantangan yang terus menerus. Kita mempunyai kecenderungan untuk menghindari continuous battle. Daripada terus menerus menderita karena didera banyak tantangan, lebih baik justru menghindarinya sama sekali dan ogah-ogahan untuk memulai.

Yang terakhir, persoalan hidup! Kita banyak menghadapi banyak kesibukan, rintangan, masalah dan persoalan hidup, buat apa kita menambah dengan hal baru yang kemungkinan akan membuat kita semakin bertambah dengan masalah? Hidup itu sudah sulit, buat apa tambah dipersulit lagi? Bukan begitu?

Nah di atas adalah tantangan-tantangan yang saya hadapi dalam mencoba sesuatu yang baru. Contoh yang paling mudah dan terus menerus menjadi masalah bagi saya adalah berusaha menjaga kebugaran dan menghindari tubuh membengkak karena kondisi kesehatan yang harus saya hadapi seumur hidup. Saya banyak menghadapi kegagalan ketika mencoba kegiatan ini. Berapa kali saya gagal sejak saya didiagnosa ada kelainan produksi hormon dalam tubuh? Banyak! Misalnya saja selama 5 tahun terakhir ini saya 4 kali keluar masuk Gym. Mencoba beberapa bulan, lalu keluar karena kehilangan motivasi. Mencoba gym yang berbeda, dapat bertahan beberapa bulan, keluar lagi. Masalahnya: Motivasi luntur. Lalu masalah awal kembali lagi, berusaha lagi, gagal lagi dan terus menerus begitu seperti lingkaran setan. Terjadi berulang-ulang dengan masalah yang itu-itu juga.

Masih banyak lagi hal-hal yang merintangi saya untuk memulai. Saya yakin semuanya itu benar, valid, legitimate dan akurat! Tapi sejujurnya, semuanya itu tidak masalah sebab jika saya memang mau memulai sesuatu yang baru atau tidak, semuanya itu tidak akan terjadi jika tidak mempunyai hasrat untuk melakukannya. Tidak melakukan juga tidak apa-apa karena hidup saya akan terus bergulir tapi dengan kondisi yang tentunya berbeda dari jika saya melakukannya.

Kalau saya memang tidak apa-apa memiliki tubuh yang bengkak karena metabolisme tubuh yang kacau balau gara-gara kelenjar hormon saya malas, ya deal with it! Kalau tidak mau begitu, do something about it! Begitu bukan? Nah apa yang akhirnya saya lakukan? Ya mencoba, lalu gagal, mencoba lagi, gagal lagi, terus begitu berulang-ulang. Jadi badan saya bengkak sebentar, menyusut, bengkak lagi, menusut lagi. Pakaian saya keluar masuk kloset karena beberapa bulan bisa mengenakan sebab rajin berolahraga, lalu penyakit malas timbul, pakaian ini kesempitan lalu masuk kloset, ganti yang longgar, sampai akhirnya kedodoran lagi, lalu baju sempit saya keluarkan lagi. Hahaha.. Seru khan? Ya begitulah hidup saya.

Ketika rajin berolahraga, saya mulai lagi menghitung kalori, karena setiap hari saya punya target untuk defisit kalori setidak-tidaknya 500 poin. Repotnya saya memang doyan makan, hobby mencoba makanan baru, restoran baru, dan sebagainya sehingga kegemaran ini harus saya imbangi dengan olahraga sehingga kondisi tubuh yang ideal terus dijaga. Bukan supaya kelihatan keren loh, tapi memang supaya sehat. Banyak penderita kelainan seperti saya akhirnya menyerah lalu meninggal karena bukan penyakit itu, tapi akibat tidak menjaga kondisi tubuh sehingga terjadi kegagalan organ tubuh lain seperti misalnya jantung dan liver. Nah saya tidak mau itu terjadi. Ini bisa dijadikan motivasi, bukan? Nah mangkanya saya jatuh bangun, menghadapi keberhasilan dan kegagalan berulang-ulang. Tidak apa-apa, selama saya mencoba, hasilnya tidak jelek-jelek amat. Membayangkan difoto tanpa harus menahan napas dan bisa pakai baju yang sempit, itu membanggakan sekali loh! Hahahaha

Apa yang saya lakukan? Intinya satu: kemauan! Jika saya mau maka saya akan melakukannya. Yang saya lakukan adalah dengan memulai. Yang sederhana mulai saya lakukan. Jalan kaki 30 menit sambil melamun dan mendengarkan lagu, lalu menjadi 40 menit, 50 menit, 1 jam, kemudian berlari kecil diselingi jalan kaki, lalu lebih banyak berlari diiringi dengan jalan kaki pendek akhirnya lari non stop dari 3 km, hingga akhirnya 10 km tanpa henti! Start with a small step! Just take the first small step and your journey begins!

Perjalanan tidak selalu mulus. Saya harus terus menerus mengevaluasi diri. Saya selalu menghadapi 2 respons. Ketika respon positif, saya lanjutkan dengan langkah berikutnya, target saya tambah, frekuensi saya tambah, rute saya ubah dan sebagainya. Jika ada respon negatif saya jeda sejenak dan mengevaluasi ulang dan belajar dari kegagalan pertama dan mendeteksi cara saya menghadapi hambatan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut terjadi lagi. Ini menjadi proses belajar yang berlangsung terus menerus. Satu hal yang menjadi semboyan saya untuk urusan Gym, "Showing up means I have reached 50% to succeed!" Yang jadi masalah khan saya terlalu banyak mikir ini itu sehingga terus tertunda-tunda. Yang saya lakukan tanpa banyak pikir adalah memasukkan perlengkapan olahraga ke dalam tas, dan berangkat. Terlalu banyak mikir selalu menghambat saya lalu akhirnya batal karena tentu saja tubuh saya inginnya santai dan tidak mau disiksa di Gym! Hahahaha

Sharing ini saya akhiri dengan 1 kata: Mulai!

Foto credit: si.com