AES40 Petualangan Teman-teman
yantisuryanii7
Friday March 25 2022, 2:31 PM
AES40 Petualangan Teman-teman

Kami mendapat kesempatan berjeda untuk tidak saling bertemu memang lebih lama dari teman-teman jenjang lain. Bagaimana tidak, biasanya satu minggu satu kali ada pertemuan yang paling dinanti-nanti. Empat minggu terakhir kami tetap berkegiatan di rumah masing-masing dan tidak melakukan kegiatan tatap muka. Namun ternyata hal ini tidak mengurangi semangat kami berkegiatan.

Hari ini kami kembali bertemu di sekolah. Semua senang, semua penuh semangat untuk saling menyapa dan bermain.

Di tengah-tengah asik bermain, Teman-teman bertemu dengan cacing yang sudah mati. Tubuhnya yang panjang dan meliuk masih membuat teman-teman berteriak kegelian melihatnya. Hingga akhirnya satu sama lain bergantian memegang dan mengamatinya.

"Udah mati cacingnya" ucap teman yang satu. Lantas saat ditanyakan apa yang perlu dilakukan untuk cacing yang sudah mati. Teman-teman bersepakat untuk menguburkannya di kebun. Bersama-sama mereka menggali tanah menggunakan peralatan seadanya. Berusaha membuat lubang agar cacing bisa dikuburkan.

Tiba-tiba, seorang dari mereka bertemu dengan binatang lain. "Iih ini apa?" Tanyanya sambil menunjuk cangkang tongeret yang sudah mati juga. "tongeret! tapi udah mati juga" Jawab teman yang lain sambil mencoba mengambilnya. "Iiihhhhh.." Teriak teman yang lain, namun terlihat penasaran ingin ikut memegangnya. " Kita kuburin juga aja bareng sama cacing" Ajak teman yang lain, sambil mata mereka tak henti menatap cangkang tongeret dengan warna coklat sedikit mengkilat. "hayu, kita kuburin juga bareng-bareng!" jawab yang lainnya. Mengetahui ada cangkang tongeret yang akan dikuburkan juga, mereka semakin bersemangat menggali tanah untuk membuat lubang yang lebih besar. 

"Nah, ini udah bisa. Ayo, masukin. Terus ditutup pakai tanah," ungkap teman yang sudah gigih membuat lubang untuk menguburkan cacing dan cangkang tongeret. Melihat tanah yang tak kunjung menutupi lubang, mereka mulai mengambil tanah menggunakan tangannya dan menutup lubang yang sudah mereka buat. "Atasnya ditutup daun aja" seorang lain menambahkan. 

"Sekarang udah ketutup semua" ungkap mereka sambil terus menatap kuburan cacing dan tongeretnya. "Yuk, kita cuci tangan" ajak yang lain, sesaat setelah mereka terdiam dan beranjak untuk mencuci tangan. Ketika ditanya mengapa mereka menguburkan cacing dan cangkang tongeretnya, mereka sepakat menjawab "Kan udah mati Kak, jadi, ya, dikubur aja!"

Terima kasih Teman-teman, sudah berbagi cinta untuk cacing dan tongeret dengan menguburkan mereka.

You May Also Like