Waduh! Sudah menjelang tengah malam dan saya tinggal menghabiskan sisa-sisa energi yang masih ada sesudah seminggu penuh dikuras. Satuan tugas (pakai istilah "gaya" di Indonesia hahaha) ber-4 membangun data base dari nol sudah tuntas dan hari Senin nanti akan mulai digunakan. Ada banyak perasaan yang berkecamuk, dari rasa lega karena sudah selesai, rasa khawatir karena belum tahu apa yang akan nanti terjadi, hingga bersemangat karena merasa usaha yang dijalankan selama ini akhirnya membuahkan hasil.
Jika mengikuti keingan hati saya sangat tergoda untuk hanya berbaring dan mulai beristirahat, tapi saya masih punya tugas menulis. Walau akhir-akhir ini tulisan saya hanya dangkal dan sebatas "berkicau" tanpa ada topik yang jelas, saya masih merasa senang karena masih tekun berusaha menulis. Maklumlah yang biasanya saya dapat menyempatkan diri menengok Ririungan di sela-sela pekerjaan, sekarang hampir tidak ada waktu sama sekali, bahkan ketika makan siang pun diskusi kami tidak pernah jauh dari pekerjaan. Tiba di rumah tenaga dan pikiran sudah terkuras, sehingga untuk memikirkan sebuah tulisan yang serius dan berbobot sangat sulit dilakukan. Seperti juga malam ini.
Saya hanya mau cerita, ada sebuah toko grosiran yang sudah belasan tahun tidak saya kunjungi. Beberapa hari lalu saya diberi kartu anggota oleh seorang sahabat, sebab kartu itu tidak terpakai, dia punya satu lagi yang baru. Saya bersemangat sekali, bayangkan saja, terakhir saya ke toko itu ketika masih membeli susu formula untuk Kano, jadi setidak-tidaknya 14 hingga 15 tahun yang lalu. Nah besok saya akan ke sana. Tidak butuh apa-apa, hanya sekedar mampir dan "mengembalikan" rasa yang dulu secara rutin saya alami.
Dulu saya jadi anggota toko grosir ini karena dekat dari apartemen saya tinggal. Jalan kaki tidak lebih dari 10 menit. Kenapa saya rajin ke toko grosir, karena harganya jauh lebih murah dari supermarket biasa, tapi di toko grosir ini saya harus membeli dalam jumlah banyak. Bagi saya tidak masalah karena barang yang saya beli selalu barang yang saya butuhkan.
Selama tinggal di Fort Collins saya jadi anggota toko grosir saingannya, karena di situ saya bisa membeli bensin dengan harga 30 hingga 40 sen lebih murah per gallon-nya. Bayangkan saja jika setiap minggu saya beli sekitar 12 hingga 13 gallon, saya hemat bisa lebih dari $5. Itu lumayan banyak karena $5 itu bisa untuk beli hamburger lengkap dengan minum dan kentang goreng! Saya isi besin seminggu sekali, jadi lumayan hemat. Hitung saja jika sebulan hemat $20 maka setahun lebih dari $200. Itu tidak sedikit.
Nah besok sesudah berolah raga saya akan ke sana. Kebetulan Nina bekerja pagi hinga tengah hari, jadi saya akan menjemput Nina lalu "jalan-jalan" ke toko grosir. Belanja bulanan sambil nostalgia. Nah begitu rencananya besok. Sekarang tenaga saya sudah benar-benar