AES2 Memahami Human Design
heningrumahhati Cahyu
Friday May 26 2023, 10:39 AM
AES2 Memahami Human Design

Selama tiga sesi, saya senang bisa belajar Human Design dari Kak Irwin. Saya berterimakasih kepada Kak Andi yang sudah mengajak saya untuk belajar ini.

Sejauh yang saya pahami tentang Human Design dan kegunaannya bagi kita, Human Design ini cukup keren juga. Saya merasa agak terlambat sebenarnya belajar ini.  Andai sejak dulu sudah bisa memahami ini, mungkin ada beberapa episode hidup yang bisa dimodifikasi happy-1. Tapi tak ada yang kebetulan kan, maka ini tetap jadi bahan belajar saya. Apalagi memang saya sudah menyenangi belajar pemahaman pemahaman untuk mengenal diri, atau yang berbau psikologi seperti ini.

 

Mengenal Human Design ini, cukup membuat saya untuk tafakur kembali kepada alasan alasan penciptaan. Ini memang agak spiritual teologis. Saya berpijak pada pemahaman saya atas islam mengenai ini. Dalam tasawuf islam ada dogma penting “man arafa nafsahu, arafa rabbahu , Barangsiapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal siapa Tuhannya. Dalam doktrin ini, ada dua hal penting yaitu mengenal diri dan mengenal Tuhan. Salah satu pemahaman atas doktrin ini adalah bahwa jalan mengenal Tuhan haruslah melewati jalan mengenal diri dulu. Lantas seperti apa mengenal diri itu, maka sejauh yang saya pahami, hampir semua ajaran spiritual melakukan breakdown dalam tata cara pengenalan diri ini melalui berbagai metode [1]

 

Lebih menarik dalam ayat 53 Qur’an Surat ke 42 Fushilaat :

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap Cakrawala dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Dia itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

Menurut Tafsir Prof. Quraish Shihab, kata kata sanuuriihim /Kami akan memperlihatkan kepada mereka, kata kata Kami tersebut menunjukkan proses keterlibatan jamak atau banyak pihak. [2]

 

Nah dari [1} …pengenalan diri melalui berbagai metode dan [2] …proses keterlibatan jamak, maka disinilah Human Design itu berada.

Human design bisa diartikan sebagai roadmap atau peta petunjuk. Kalau dalam sesi terakhir kemarin, saya ingat kata kata Kak Irwin, di akhir akhir banget bahwa Human design ini dapat juga dipakai untuk meningkatkan spiritualitas kita, maka yang dimaksud kak Irwin itu sangat sesuai dengan ini, yaitu dalam pemahaman Islam saya, Tujuan akhir segala cipta hanyalah Dia.

Banyak dikutip oleh ulama ulama Tasawuf zaman awal maupun zaman modern bahwa Jalan menuju Tuhan adalah sebanyak bilangan nafas manusia. Itu artinya banyak sekali jalan menuju Dia.  

Mungkin bisa kita andaikan aplikasi google map dan waze, misalnya kita akan menuju suatu posisi. Maka aplikasi map ini bisa memilihkan kita beberapa rute yang possible untuk dijalani dari banyak rute lain. Nah Human design itu berfungsi seperti itu. Dengan mengenal diri kita (melalui human design) , kita bisa lebih mudah untuk sampai kepada Tujuan kita. Dalam Bahasa kimia fisika, energitika untuk sampai ke tujuan adalah energi terendahnya. (Kalau dalam bahasa manajemennya efektif dan efisien ya…)

Oh, saya beri garis bawah “kita bisa lebih mudah untuk sampai pada tujuan kita” itu artinya begini. Dalam hidup ini , dalam perjalan menuju Dia, kita pasti melalui banyak cobaan, tantangan dan hambatan dengan segala dinamikanya. Arti bisa lebih mudah adalah, dengan mempelajari human design, itu artinya kita punya alat , punya strategi untuk mempermudah jalan itu. Mudah itu berarti, meskipun jalan begitu sulit, cobaan begitu banyak, tapi diri tetap damai , tetap Bahagia

Singkat aja ya dulu tulisannya. Nanti disambung lagi. Ini juga ingin memenuhi permintaan kak andi agar saya bisa membahas human design dari sisi pandang agama islam yang saya pahami, semoga bisa mendekati harapan kak andi. Rahayu, semoga semua dalam sehat dan keberkahan.

dan selamat menikmati Human Design

 

 Heningrumahhati kiss-2

Photo Courtesy : Pinterest 

Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Terima kasih sudah berbagi, Cahyu. Seperti kata bijak yang sering kita kenal "Ada banyak jalan menuju Roma". Ya begitulah sejatinya perjalanan menuju Sang Pencipta. Kalau alam semesta itu ciptaan Tuhan, maka keTuhanan ada di segala ciptaannya - apalagi manusia yang ditemukan punya God Spot di jaringan otaknya, yang membuat manusia bahkan leluhur kita terus berusaha mencari Tuhan. Beragamapun apapun itu agamanya adalah cara manusia menemukan Tuhan. Nuhuuun. 🙏🙏🙏
heningrumahhati Cahyu
@heningrumahhati-cahyu   3 years ago
terimkasih kak andi