Sepertinya yang baca sudah bosan jika saya terus menerus mengatakan bahwa Smipa adalah seperti keluarga. Saya sudah sangat sering menulis tentang ini, dan keinginan saya untuk menyatakan hal ini tidak pernah berhenti. Semoga tidak dianggap latah hahaha... Ya, mohon dimaklumi jika seseorang merasa menjadi bagian dari suatu yang jauh lebih besar dari dirinya, maka secara otomatis yang bersangkutan akan merasa bahwa dia telah menemukan meaning and purpose of life. Terdengarnya begitu muluk ya? hahaha... Tapi ya memang begitu. Akan saya jelaskan sedikit berikut ini:
Meaning and purpose dalam hidup itu bisa diperoleh dalam banyak hal. Kita berada dalam sebuah kelompok kegiatan sosial dan merasa tersentuh secara spiritual dalam prosesnya, maka tidak akan dapat disangkal bahwa orang itu telah menemukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya, bahwa apa yang telah dia lakukan begitu meaningful, dan ketika dia berusaha membantu orang lain yang sedang dalam kondisi sulit dalam bentuk kegiatan sosial, orang itu telah menemukan tujuan hidup, walau mungkin hanya dalam skala kecil. Meaning and purpose of life is a big thing! Jangan anggap remeh.
Banyak teman-teman saya yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Disana mereka merasa menjadi bagian dari sebuah proyek yang besar, merasa dapat mencurahkan perhatian dan hidupnya dalam sebuah kegiatan yang sangat positif yang mendekatkan diri pada Sang Pencipta, dan sebagainya. Ada juga yang ikut dalam keliatan seperti Lion's Club, Rotary Club atau bahkan klub bersepeda! Semua itu sah-sah saja dan sangat positif.
Orang yang telah menemukan meaning and purpose of life biasanya jauh lebih bahagia! Tidak peduli apa bentuk kegiatannya, tidak penting apa tujuannya selama semuanya mengarah pada hal yang positif dan tidak merusak lingkungan atau masyarakat. Semuanya akan berbuah baik. Ambil contoh sederhana, saya menjadi bagian dari kelompok orang-orang yang ingin hidup sehat. Saya dapat merasakan bahwa kegiatan yang saya lakukan minimal 5 kali seminggu berolahraga itu sangat berarti buat kesehatan, jadi jelas ini meaningful. Lalu juga saya memiliki tujuan, memiliki goal, memiliki target yang ingin dicapai, yaitu kebugaran, kesehatan, ketahanan tubuh dan sebagainya, nah apakah ini bukan purpose? tentu saja, dan saya jauh lebih bahagia. Ini testimoni hahaha... olahraga itu membuat orang bahagia. Kalau tidak percaya, silahkan debat para ahli kesehatan, sebab mereka mempunyai pendapat yang sudah diuji secara empiris.
Salah satu tulisan di Health navigator mengatakan," Research shows that people who have meaning and purpose in their lives are happier, get more out of what they do and feel more in control. They also experience less anxiety, stress and depression." Nah jadi ini sebuah masukan untuk kita semua agar mulai banyak terlibat dalam banyak hal yang nantinya semoga kita semua dapat menemukan arti dan tujuan kita hidup di dunia ini. Tidak perlu yang besar-besar, sekala kecil saja sudah sangat baik dampaknya.
Kembali ke Smipa. 2 hari terkahir ini saya ngobrol dengan kak Andy lewat WA. Ada proyek besar yang sedang dirintis dan saya tidak mau membocorkan dan tulisan saya ini jauh dari spoil alert karena saya percaya ini proyek yang sangat positif untuk banyak kalangan terutama yang terlibat dengan Smipa. Dan saya sangat beruntung telah menjadi bagian dari keluarbiasaan ini! Saya bahkan bilang ke kak Andy tanpa mengurangi kata atau tanda baca,"Very proud to be part of it!" Ketika saya menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dari diri saya, sudah tentu saya akan merasa bangga. Bukan begitu?
Ada beberapa hal yang membuat saya terus terlibat dalam kegiatan Smipa, walaupun sebenarnya saya sudah tidak ada kaitannya lagi sebab Kano sudah menjadi alumnus sejak 5 tahun yang lalu. Lalu kenapa saya "tidak bisa pindah ke lain hati?" (hehehe) Karena ada kegiatan yang cocok dengan passion saya. Menulis misalnya. Saya disamping tukang ngobrol tapi juga senang mencurahkan pikiran cerita dan pendapat dalam bentuk tulisan. Wadahnya ada di Smipa? jadi saya tidak perlu pindah ke lain hati! Kedua saya merasa masih memiliki sense of belonging. Ini sebuah persaan yang sulit dibentuk jika tidak ada ikatan emosional dengan tempat dan lingkungan tertentu. Selama saya masih bisa diterima dan menerima secara apa adanya, kenapa harus pergi? Toh Smipa selalu welcome semua yang pernah berkecimpung di sana, apalagi selama ini Smipa selalu saya anggap sebagai rumah dan sebagai keluarga. Jika sudah demikian, lalu apa lagi yang bisa saya lakukan? Kalau bisa ya saya mau be of service. Kalau sudah be of service, tidak dapat disanggah lagi bahwa di sini saya bisa menemukan banyak hal yang being meaningful dan purposeful! Kalau sudah tersedia, mengapa harus mencari ke tempat lain? Ya khan? Ya khan? hahaha.***
Photo: treeoflifeblog.com