Jadi ceritanya, sehari setelah mami aku balik ke Papua jadi aku dan adik aku memutuskan buat cari hiburan. Daripada diem di rumah terus-terusan kangen mami, kita sepakat buat nonton Sonic 3 di CGV PVJ. Sebuah keputusan yang kelihatannya sederhana, tapi ternyata malah jadi pengalaman nonton yang... yah, sial banget.
Awalnya semua berjalan normal, aku sama adik aku beli popcorn dan nunggu panggilan masuk auditorium. Tapi tiba-tiba suasana di lobi bioskop berubah, ada suara teriakan yang nggak jelas datang dari ujung ruangan. Aku sempat mikir, "Ada yang kecelakaan? Apa ada artis lewat? Kenapa rame banget, sih?"
Ternyata menurut adik aku yang lebih update soal dunia K-Pop, di bioskop itu lagi ada acara nobar (nonton bareng) grup idol Korea, TXT. Dan kamu tahu apa yang terjadi? Ternyata ada orang yang dapet photocard (semacam kartu bergambar anggota idol itu), mereka langsung teriak-teriak kayak baru nemu harta karun.
Aku cuma bisa melongo. Dalam hati, aku mikir "aku pernah dapet photocard member JKT48 favorit aku, tapi nggak segitunya deh. Apa aku yang salah ngefans, ya?"
Saking ramainya mereka, orang-orang di sekitar mulai kelihatan risih. Bahkan ada beberapa yang sampe pindah tempat duduk biar nggak terlalu deket sama keributan itu, termasuk aku dan adik aku. Ini baru di lobi yah, aku udah mulai merasa nggak nyaman.
Akhirnya kita dipanggil masuk auditorium, dan aku sempat ngomong sama adik aku sambil setengah bercanda “Kalau film ini jelek, aku resmi nobatkan hari ini jadi pengalaman nonton bioskop terburuk aku.” Adik aku cuma ketawa, mungkin karena dia tahu aku setengah serius.
Dan ternyata... yah, Sonic 3 nggak buruk-buruk amat tapi nggak bisa juga dibilang luar biasa. Jadilah aku keluar dari bioskop dengan hati yang campur aduk: kecewa sama filmnya, kesel sama keributan di lobi tadi, dan capek mental karena hari ini rasanya lebih melelahkan dari yang aku bayangin.
Aku sampai bilang ke adik aku “Kita beneran perlu evaluasi tempat nonton, deh. Kalau tahu bakal ada nobar kayak tadi, mending kita cari bioskop lain aja.”
Hari itu aku belajar satu hal penting: hiburan kecil kayak nonton film bisa jadi pengalaman yang buruk kalau kamu nggak tahu cara menghindari keributan fangirl. Dan buat aku, hari itu resmi aku masukin ke daftar Hari Sialku #5.
Semoga ke depannya nggak ada lagi teriakan-teriakan yang mengganggu ketenangan aku nonton. Kalau ada, mungkin aku harus bawa headset atau belajar meditasi biar lebih sabar.