Jalan kaki kemana-mana seingat saya sudah dimulai sejak masih kecil. Ketika masih Tk tentu saja saya diantar ibu ke sekolah, baru sesudah SD saya berangkat sendiri berjalan kaki ke sekolah hingga lulus SMA. Kadang saya naik sepeda, tapi lebih sering jalan kaki, karena seringkali ketika membawa sepeda, saya lupa dan tertinggal di sekolah.
Saya sebetulnya merasa beruntung dilahirkan sebagai kelompok GenX karena saya merasa pengalaman hidup sangat lengkap. Masa kecil saya telepon masih bisa dihitung dengan jari, TV pun hanya menyiarkan 1 stasion, yaitu TVRI dan ada berhentinya ketika pukul 10 malam, lalu ada lagu nasional diputar dan bendera berkibar lalu diakhiri dengan bola dunia dan layar berubah menjadi penuh dengan semut, istilah jika tidak ada siaran hahaha..
Jaman saya kecil jika akan bermain, maka akan berjalan kaki menuju rumah teman saya, mengetuk pintu atau berteriak dari luar mengajak teman main. Saya lebih banyak berada di luar rumah, di kebun memanjat pohon buah jambu, kedondong dan mangga seperti monyet bergelantungan, atau bermain di sungai, berenang atau duduk diatas batang pisang sebagai pelampung.
Di kampung bioskop hanya ada satu, dan siang hari ada sebuah becak yang ditutupi poster film yang diputar di bioskop, sementara di dalam becak ada seorang memukul kendang dan alat musik lainnya sementara tukang becak melempar-lempar kertas selebaran yang berisi informasi film yang diputar. Saya bersama teman-teman berjalan kaki atau berlari-lari mengikuti becak itu sambil berebut kertas selebaran.
Itu jaman kecil, lalu semakin dewasa dengan perkembangan teknologi dan tinggal di kota besar, jalan kaki menjadi semakin berkurang. Di Bandung sangat sulit mencapai 10 ribu langkah, saya tidak tahu juga sih sebab tidak pernah menghitung. Iseng amat menghitung berapa langkah dilakukan setiap hari? Jaman sekarang dengan jam tangan pintar atau HP maka karena begitu canggihnya, benda itu bisa menghitung berapa langah yang sudah saya buat.
Tujuan berjalan kaki bagi saya adalah demi kesehatan. Minggu lalu selama 5 hari saya berjalan kaki lebih dari 10 ribu langkah. Lebih tepatnya, yang paling rendah menurut catatan saya adalah 14,124 langkah sementara yang paling banyak hampir 18 ribu. Hari ini saya tidak banyak melangkah karena angin sangat besar dan udara sangat dingin, tapi tetap di atas 12 ribu. Jalan kaki itu asyik, tapi saya harus ganti sepatu hampir setiap tahun. Untungnya kantor memperbolehkan saya memesan sepatu kerja dengan biaya kantor. Lumayan! Sepatunya memang tidak modis, lebih untuk keselamatan jadi sepatu anti slip, steel toe dan sebagainya karena pekerjaan saya dekat dengan urusan dapur dan sering melewati dapur sehingga harus mengenakan sepatu yang layak.
Mungkin karena banyak berjalan kaki, di malam hari saya merasa lelah dan mudah tidur. Tubuh meminta saya untuk bersitirahat. Nah kalau sudah lelah maka urusan menulis juga menjadi agak terganggu. Kalau tidak punya ide menulis dan tubuh lelah, maka saya menghadapi masalah besar. Tapi tidak apa-apa, selama ini saya masih bisa berhasil menulis walau kadang idenya kosong. Seperti hari ini! Hahaha..
Foto credit: getoutside.ordnancesurvey.co.uk