AES 431 Perspektif
joefelus
Thursday July 28 2022, 10:36 AM
AES 431 Perspektif

"It’s no surprise that expressing gratitude increases positive experiences. Whatever you decide to feed will grow. Focusing on something causes your brain’s reticular activating system (RAS) to flag anything related as important. If your default is toward negativity, you’ll always see the glass half empty."

Hari ini saya iseng ingin ngobrol soal perpektif, yaitu bagaimana kita memandang suatu hal dari berbagai sudut yang berbeda. Dimulai dari kutipan di atas yang pada intinya sebuah sikap yang menunjukkan rasa syukur akan menelurkan banyak pengalaman positif, tapi sebaliknya jika kita selalu berpikiran negatif, apapun yang kita lihat hanya menonjolkan segi negatifnya. Seperti misalnya melihat gelas yang setengah penuh, jika kita berpikir negatif, maka yang kita lihat adalah gelas yang setengah kosong, sementara jika berpikir positif, gelas itu setengah penuh. Semuanya tergantung dari sudut mana kita melihatnya.

Ada sebuah cerita tentang seorang petani. Pada suatu hari kudanya kabur. Para tetangga merasa prihatin dan berkata bahwa petani itu mengalami kesialan. Petani itu hanya berkata,"mungkin!" Besoknya kudanya kembali dan bersama dia membawa 2 kuda liar. Para tetangga berkata,"Wah kamu beruntung!" Sekali lagi petani itu hanya berkomentar,"Mungkin!"

Besoknya anak dari petani itu berusaha melatih dan menjinakkan 2 kuda liar, tapi kemudian dia tertendang dan kakinya patah. Para tetangga berkata,"Wah, dia mengalami kesialan." Lagi-lagi petani itu berkata,"Mungkin saja!"

Hari berikunya, kelompok militer mendatangi desa petani itu lalu merekrut semua anak muda. tapi begitu melihat anak petani yang cidera, anak itu tidak direkrut. Para tetangga berkomentar,"Anak itu beruntung, tidak direkrut untuk berperang." Petani tetap hanya memiliki satu kata:"mungkin"

Kita banyak mengalami peristiwa hidup. Kadang menyenangkan kadang meyedihkan. Mungkin kita sebaiknya belajar dari petani itu, hal yang buruk belum tentu sebetulnya buruk, hal yang baik belum tentu juga merupakan sesuatu yang baik. Hidup terus berubah dan yang baik maupun yang buruk pada saatnya akan berakhir. Sesuatu yang buruk mungkin saja akhirnya menjadi sebuah "blessing in disguise", jadi tidak ada salahnya kita jangan terburu-buru menghakimi. Sesuatu kegagalan bisa saja pada akhirnya merupakan keberhasilan yang tertunda. Ketika kita terjebak lalu lintas mungkin sebaiknya kita berhenti berpendapat negatif, sebab mungkin saja itu memang bagian dari nasib kita. Seperti contoh ada seseorang yang terjebak di jalan karena kecelakaan ketika menuju tempat kerja. Lalu karena itu dia terlambat. Kantor dia di gedung World Trade Center yang kemudian runtuh karena ditabrak pesawat. Kalau saja dia tidak terjebak macet , maka dia akan tiba tepat waktu di kantor dan menjadi salah satu dari ribuan korban yang meninggal dunia pada saat itu. Ya semuanya tergantung pada perspektif kita dalam melihat sebuah peristiwa. Yang jelas jangan cepat-cepat menyimpulkan, jangan terlalu sembrono menghakimi.***

Foto credit: sites.psu.edu

You May Also Like