Hari ini tidak biasa dan saya belum pernah mengalami hari yang seperti ini. Seperti biasa di hari Rabu, saya bangun pagi karena pukul 6 pagi saya biasa sudah berada di kolam renang. Hari ini agak terlambat, pukul 5:55 saya baru tiba di kendaraan dan mulai mengemudi. Agak gerimis dan suhu beberapa derajat di bawah angka nol. Kaca depan mobil penuh dengan es yang membatu, saya coba hilangkan dengan wiper fluid dan menjalankan wiper, biasanya langsung mencair. Kali ini tidak karena es membatu dan menempel di kaca depan dengan sangat kuat. Saya mengemudi perlahan-lahan karena tahu jalanan begitu licin, saya tadi beberapa kali hampir jatuh ketika berjalan menuju kendaraan di tempat parkir. Ketika berbelok, roda tergelincir! Saya pikir roda kempes, jadi saya memutuskan kembali ke rumah dan tidak jadi berenang. Tiba di tempat parkir, roda tidak apa-apa, ternyata tadi tergelincir karena jalanan sangat licin!
Saya akhirnya pulang mandi dan berkemas-kemas untuk berangkat kerja. Kendaraan saya tinggal karena dibutuhkan untuk mengantar kano ke sekolah. Hari Rabu adalah late day, artinya Kano tidak perlu berada di sekolah hingga pukul 10-an (tepatnya saya lupa). Saya berjalan perlahan-lahan. Sangat perlahan karena berkali-kali saya terpeleset dan hampir terjerembab. Permukaan tanah terlihat biasa saja, tapi penh dengan lapisan es yang sama sekali tidak terlihat, apalagi matahari belum terbit walau sudah lewat pukul 7 pagi. Sangat berbahaya!
Yang paling aman berjalan hanya di atas rumput yang sudah mengering karena selama musim dingin tidak disiram, pipa penyemprot air (water sprinkles) sudah ditiup menggunakan kompresor sehingga kosong tidak ada air sebelum musim dingin tiba, tujuannya agar pipa tidak beku dan pecah selama musim dingin. Air yang ada didalam bisa "membengkak" dan juga nanti ketika musim dingin usai es didalam pipa jika tidak dikosongkan akan mampet! Eniwei, saya terus berusaha mencari rumput yang tidak terlalu mudah karena di sana sini masih tertutup sisa salju yang sejak malam tahun baru belum juga mencair. Ini perjalanan ke kantor yang paling sulit yang pernah saya lakukan. Saya lebih suka turun salju daripada gerimis sangat keciiiil seperti ini dan airnya langsung membeku di tanah menutup semua pori-pori trotoar akhirnya seperti jadi ice skating ring!


Perjalanan yang biasa 15 hingga 20 menit tidak berlaku lagi, saya jalan sudah seperti kakek kakek. Saya sengaja memakai sepatu kerja yang anti slip. Tidak berfungsi! Berkali-kali saya hampir jatuh. Sepatu itu baik untuk tempat berminyak seperti di dapur, tapi tidak berlaku untuk es! Saya berusaha mencari tempat berpegangan. Tapi ada bagian-bagian tertentu yang saya harus berjibaku, seperti ketika menyebrang jalan. Aspal super licin! Yang tidak licin hanya rumput, tapi rumput tidak selalu ada. Kacau.
Dekat International House, salah satu nama sebuah asrama mahasiswa, jalanan agak menurun. Saya tahu ini sangat berbahaya, jalanan licin dan menurun itu tidak baik. Dan walau sudah hati-hati saya terjengkang, persis seperti aktor di film Home Alone! Di film sangat terlihat lucu dan saya bisa terbahak-bahak sampai keluar air mata. Tapi mengalami sendiri sangat jauh dari lucu! Untuk bangun saja sulit karena sangat licin. Bokong saya sakit sekali. Untung tidak ada siapa-siapa. jadi minimal hanya bokong yang sakit, sementara harga diri masih utuh hahaha...
30 menit lebih saya masih tertatih-tatih menuju kantor. Seorang mahasiswi bersepeda tergelincir dan terjerembab. Kemudian seorang karyawan bagian utility yang berbada besar terjatuh dengan suara sangat keras. Tubuhnya yang besar menyulitkan dia untuk bangun. Tidak mungkin juga menolong dia karena salah-salah saya akan ikutan jatuh menimpa dia. Akhirnya dia merangkak dan meraih tempat sampah besar yang terbuat dari besi dan berusaha berdiri dengan susah payah.
Tiba di kantor ada email masuk dari safety kampus, warning untuk berhati-hati karena jalanan sangat licin. Kemudian ada telepon dari sekolah Kano yang membatalkan kegiatan extra kurikuler. Saya katakan pada Nina biar Kano belajar dari rumah hari ini agar Nina tidak perlu keluar rumah. Bahaya sekali. Saat makan siang ada email lagi dari kampus. CSU is closing at 3 PM! Semua kegiatan dibatalkan. Saya boleh pulang segera sesudah tugas selesai. Nah perjuangan pulang nanti yang akan jadi petualangan baru, dan saya tidak mau jatuh bangun lagi! Di luar sudah mulai flurries, salju kecil-kecil, ini akan lebih berbahaya lagi karena jalanan yang ber-es, akan sedikit tertutup salju tidak terlihat ketika diinjak! Mudah-mudahan salju semakin besar sebab kalau tebal, jalanan jadi kesat dan tidak selicin kalau penuh es! Wish me luck to get home safely! Hehehehe...***