"Pa Jo! Turut berduka." Kata Pak Wah tetangga saya yang sedang sibuk berkebun dan mengganti lampu jalan.
"Iya Pak, saya kaget sekali karena sehari sebelumnya masih memberkati." Jawab saya.
"Betul, ketika Paskah memberkati, sehari sesudahnya diberkati." Kata Pak Wah pula.
Dalam hati saya mengakui kebenaran ucapan pak Wah ini. Hari minggu Paskah Bapak Paus memberkati seluruh umat sedunia lalu mengucapkan," Buona Pasqua!" kalau saya tidak salah mendengar ketika menyaksikan berita di televisi. Keesokan harinya Pemimpin Katolik tertinggi tutup usia.
Walau tetap mengakui bahwa saya bukan orang yang religius, tapi kehilangan pemimpin umat Katolik seluruh dunia, ikut merasakan kesedihan. Seperti kehilangan orang tua rasanya apalagi Bapak Paus ini yang paling saya sukai karena beliau adalah orang yang moderat, yang membasmi korupsi yang terjadi di kalangan perbankan Vatikan, yang langsung berbenah mengetahui berbagai penyelewengan seksual dibalik dinding gereja, yang tidak segan-segan mengecam ketika terjadi kejahatan politik dan kemanusiaan, disamping terobosan-terobosan modern yang menerima perubahan jaman yang oleh kelompok koservatif ditolak. Saya tidak tahu nanti siapa yang akan menggantikan seusai konklaf yang akan dilakukan beberapa waktu mendatang. Kalau melihat kandidat terfavorit, saya melihat setidak-tidaknya ada 2 kardinal yang sangat konservatif, salah satunya dari Filipina. Saya cukup terkejut ketika mendiang Paus Francis terpilih karena beliau adalah seorang Jesuits yang biasanya diidentikkan dengan pastor-pastor maupun biarawan moderat. Orang-orang Jesuits biasanya banyak dicurigai di kalangan Vatican. Itu katanya, dari bacaan-bacaan yang pernah saya lirik. Saya sendiri tidak tahu banyak bahkan Vatican sendiri hanya saya ketahui dari bacaan-bacaan maupun filem-filem. Mendatangi tanah suci ini masih merupakan mimpi bagi saya.
Umat Katolik seluruh dunia sedang berkabung, kemudian ketika masa berkabung usai, umat seluruh dunia akan mulai menunggu-nunggu siapa pemimpin mereka berikutnya. Paus Francis adalah tokoh yang rendah hati, sederhana, dan bersahaja yang telah melakukan banyak perombakan yang mungkin bagi sebagian orang kurang disukai karena banyak membobol tradisi, bahkan beliau memilih tempat tinggal yang berbeda, yang lebih sederhana.
Namanya pemimpin tertinggi, selalu disertai banyak teori konspirasi, seperti misalnya paus Yohanes Paulus I yang hanya menjadi Paus selama sebulan lebih dan meninggal konon karena serangan jantung walau teori konspirasi yang beredar sangat memprihatinkan sebab beliau harus mendobrak korupsi dan permasalahan perbankan di Vatican pada saat itu yang dikuasai oleh orang-orang tertentu yang konon katanya kurang terpuji, bahkan dengan nakal Mario Puzo dan Francis Ford Coppola menuangkannya dalam film The Godfather 3. Tapi Paus Yohanes Paulus I ini bukan Paus yang masa jabatannya terpendek, ada yang hanya 13 hari yaitu Paus Urbanus VII di akhir tahun 1500-an, beliau wafat karena penyakit Malaria. Paus yang masa jabatannya terpendek kedua adalah Paus Bonifacius VI yang hanya memegang jabatan selama 16 hari dan konon meninggal karena penyakit gout. Atau yang lebih menyedihkan lagi, sejarah menyatakan setidak-tidaknya ada 7 orang Paus yang wafat karena dibunuh, dan ada 6 yang penyebabnya masih diragukan, ada yang diracun dan sebagainya. Itu telah membuktikan bahwa tanah suci dan orang-orang suci pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki keterbatasan dan kelemahan meskipun secara spiritual mereka dianggap sosok yang terdekat dengan Pencipta.
Eniwei, sosok mendiang Paus Francis telah menginspirasi dunia. Umat seluruh dunia merasa kehilangan sosok ayah yang sangat bersahaja dan peduli pada orang kecil. Semoga penggantinya memiliki sosok luar biasa yang menyamai atau bahkan melebihi beliau karena dunia membutuhkan itu.
Foto credit: wikipedia.com
RIP Pope Francis. You are a blessing and inspiration to the world. ππΌππΌππΌ