AES036 Menghargai Waktu
Sanya
Thursday November 14 2024, 10:24 AM
AES036 Menghargai Waktu

Lihat cerita pak @Joe kemarin memang betul, disiplin waktu kita sangat memprihatinkan. Kuperhatikan pada hampir setiap acara formal yang memiliki durasi waktu, pembukaan acaranya tidak pernah pas. Jarang tepat waktu, sering terlambat. Pagi, siang, sore, malam acaranya akan mulai terlambat. Entah tamu undangannya yang terlambat, acaranya terlambat karena teknis atau tuan rumahnya yang terlambat.

Jika tuan rumahnya yang terlambat masih bisa dimaklumi karena yang bersangkutan yang memiliki acara, walaupun sebenarnya juga salah.

Jika tamu yang terlambat, ini yang membuat kurang nyaman. Tamu lain yang hadir tepat waktu harus yang menunggu kedatangan tamu yang terlambat.

Padahal nilai waktu setiap orang sama, tidak lebih tidak kurang, semua berharga.

Meresahkan bukan, tamu yang hadir tepat waktu harus menunggu kedatangan tamu yang terlambat untuk memulai acara. Padahal tamu yang hadir tepat waktu sudah meluangkan waktunya agar hadir tepat waktu. Waktu sebelum tiba, waktu menunggu yang datang terlambat, jadwal lain setelah kegiatan yang jadi tertunda. Sayang sekali.

Jaman sekarang bantuan teknologi canggih dapat membantu kita mengatur waktu. Memprediksi kemacetan bisa menggunakan bantuan gmaps, waktu tempuh perjalanan dapat diperkirakan cukup akurat. Jadwal padat bisa menggunakan bantuan AI personal assistant. Manajemen waktu individual diuji disini. Ketidakdisiplinan satu orang berefek pada orang lain.

Anak-anak kita ajarkan disiplin waktu, semua terjadwal, mau tidak mau anak-anak harus mengikuti, membiasakan diri disiplin. Kita yang sudah dewasa seakan-akan kendur, waktu yang menyesuaikan aktivitas bukan aktivitas yang menyesuaikan waktu. Lalu untuk apa membiasakan diri tepat waktu dari kecil. Itu yang akan jadi pertanyaan mereka.

Satu hal baik yang kupelajari saat pendidikan. Hadir tepat waktu. Ujian, kuliah, praktikum, rapat, apel, minggu ilmiah dilaksanakan tepat waktu. Lengkap tidaknya peserta akan dilaksanakan tepat waktu sehingga kami para siswa sebelum kegiatan dimulai sudah hadir di tempat, bahkan para pengajar pun akan hadir tepat waktu jika tidak ada urgensi lain. Jika siswa terlambat tidak boleh masuk ke ruangan atau kalaupun boleh siap-siap saja dapat teguran atau tatapan menyeramkan oleh orang lain. Rasanya malu jika datang terlambat. Wajar, pekerjaan kami berkejaran dengan waktu. Setiap waktu berharga. Tepat waktu menjadi pondasi penting pekerjaan kami.

Diluar lingkup itu, apapun jenis kegiatannya, seharusnya jadwal bisa dilaksanakan tepat waktu. Kita akan lebih disiplin menghargai waktu. Memang adat ketimuran kita masih kental, sifat tidak enakan masih tebal. Menunggu adalah hal yang wajar.

Sudah saatnya kita lebih disiplin dengan waktu. Membiasakan diri tepat waktu. Dapat dilatih dengan menerapkan disiplin sederhana seperti jam bangun, jam makan, jam tidur. Lambat laun kita dapat mengatur waktu lain yang lebih kompleks. Sudah saatnya kita meninggalkan stereotip jam karet.

Menghargai waktu.

joefelus
@joefelus   2 years ago
Prinsip saya, waktu itu hadiah, pemberian, anugerah, bukan milik kita, juga tidak bisa dikembalikan, jadi jangan disia-siakan. :)