Musim Semi sudah mulai memulai masa transisi ke musim panas. Memang masih lebih dari 1 bulan lagi, Summer baru dimulai nanti tanggal 20 Juni. Walau masih sekitar 50 hari lagi, cuaca sudah sangat berbeda dengan awal musim Semi. Di awal musim suhu masih dingin dan malah beberapa kali turun salju, kali ini mulai terasa hangat dan cenderung panas. Orang-orang sudah ada yang mulai menggunakan celana pendek dan tidak berjaket, bahkan lapangan hampir setiap siang dan sore penuh dengan mahasiswa yang bermain Volley atau berolahraga. Ini adalah pemandangan yang biasa dilihat di musim panas.
Musim semi adalah musim yang penuh warna. berbeda dengan musim gugur yang rata-rata warnanya merah, oranye, coklat dan hijau, musim semi banyak sekali warna yang bertaburan di mana-mana. Bunga tulips, daffodil, bahkan pepohonan seperti pohon apel, crab apple, memunculkan jutaan bunga warna-warni, ada yang merah tua, pink, maroon, dan putih. Di halaman belakang kompleks perumahan saya ada banyak pohon apel dan terlihat bunga putih dimana-mana. Warna bunga lebih dominan daripada warna hijau dari daun-daunnya, sebab kebanyakan justru daunnya baru bermunculan sementara bunga sudah berkembang memenuhi seluruh pohon. Ini merupakan hal yang sangat jarang mungkin malah tidak pernah saya saksikan di Indonesia karena pepohonan di sana, di daerah tropis lebih dominan warna hijau.
Saya sering mengatakan bahwa musim panas bukan musim yang saya sukai. Pertama karena tidak ada spesialnya bagi orang yang seumur hidup tinggal di daerah tropis yang nota bene hanya mengalami musim penghujan dan musim panas, lalu yang kedua, musim panas di sini panasnya luar biasa, apalagi di sini karena elevasi yang tinggi, maka udara begitu kering. Mungkin tetap lebih nyaman daripada panas dan lembab, tapi tetap panasnya luar biasa. Nah kali ini ada tambahan satu lagi mengapa saya tidak menyukai musim panas, yaitu karena saya akan berpisah dengan Kano.
Musim panas semakin mendekat, tepatnya tinggal 59 hari lagi. Mungkin juga dari tanggal itu saya hanya memiliki sekitar angka yang sama hingga benar-benar berpisah. Ya, saya mulai menghitung hari, tapi juga saya berusaha tidak menghitung hari. Waktu tidak pernah berhenti bergerak, mau atau tidak saya harus berusaha berdamai dengannya.
foto credit: plantingtree.com