Ternyata sudah tiga bulan aku tidak menulis di AES ya. Lalu, ngapain aja selama itu, membiarkan pikiran terus berkelana tanpa tempat untuk berlabuh? Sebenarnya, pemicu untuk menulis lagi malam ini adalah perasaan jengkel. Benar juga, saat emosi sedang bergejolak, baik senang, marah, kesal, atau sedih; paling enak meluapkannya dengan menulis karena akan membuat perasaan lega tanpa menyakiti siapa-siapa. 😊
Cerita ini bermula ketika aku melihat si bungsu tampak kesulitan saat meraut pensil warnanya. Sudah sering aku mengingatkannya untuk rutin mengecek pensil-pensilnya dan merautnya kalau ada yang tumpul. Biasanya selalu dijawab dengan 'sudah', tanpa aku cek. Tapi, tadi malam aku berinisiatif mengeceknya dan melihat sebagian pensil warna itu sudah tumpul. Jadilah kali ini aku menungguinya meraut pensil warnanya sambil menyelesaikan beberapa pekerjaan. Beberapa kali mulut kecilnya mengeluh karena kesulitan, jadi kudekati ia. Oalah.... ternyata pensil warna itu tidak bisa masuk sepenuhnya ke dalam lubang rautan, sehingga terasa seret saat diputar.
Aku memintanya mengambil rautan lain. Sama juga ternyata, pensil warna yang akan diraut tersangkut dalam lubang rautan kedua dan bahkan tidak bisa diputar. Lalu aku menyadari bahwa pensil warna itu berbentuk segitiga. Hmmm.... Pantas saja tidak bisa masuk ke dalam rautan biasa. Akhirnya setelah mencari cukup lama, kami menemukan rautan ketiga yang bisa melakukan tugasnya dengan lancar.
Iseng, aku mencari pensil merk lain yang berbentuk segienam dan kucoba merautnya dengan rautan ketiga. Tidak berhasil, meskipun pensil itu bisa masuk dengan mudah ke dalam lubang rautan. Ajaibnya, saat coba kuraut dengan rautan pertama, lancar jaya! Pantas saja, pensil segienam dan rautan pertama itu berasal dari merk yang sama.
Jadi di sinilah letak kejengkelanku. Mengapa sih, para pengusaha alat tulis berlomba-lomba membuat semua produknya eksklusif? Padahal kan, pensil warna dan rautan yang kami pakai adalah barang umum, bukan seri profesional yang harus memenuhi pakem tertentu. Mengapa sih, hal-hal yang seharusnya bisa dibuat mudah dan sederhana, jadi rumit dan menyulitkan anak kecil? Kalau saja para produsen itu tidak membuat bentuk yang eksklusif, kan lebih mudah memadu-padankan peralatan dari berbagai merk. Dan seribu mengapa lainnya tiba-tiba memenuhi kepalaku, haha...
Dan... setelah tulisan ini selesai, rasa jengkelku pun ikut menguap. Lain kali, aku juga tidak perlu jengkel lagi karena sudah mendapatkan solusi atas permasalahan rautan pensil. 😁
Menarik... meraut pinsil ada kendala malah jadi tulisan di Ririungan... 👍🤗