AES 1502 Menanggulangi Kebosanan
joefelus
Tuesday October 28 2025, 10:34 PM
AES 1502 Menanggulangi Kebosanan

Hari ketiga menjalani "keterkaparan" (hahaha) berlangsung lumayan baik. Tubuh saya sudah bosan didiamkan saja sehingga saya mulai menyibukkan diri. Merasa sudah jauh membaik, saya langsung ke warung belakang rumah membeli berbagai macam sayuran dan sepanjang pagi sibuk di dapur. Tidak tanggung-tanggung, saya buat 4 macam makanan. Percaya atau tidak, 4 jenis makanan yang saya buat ini yang mungkin baru habis beberapa hari lagi, hanya menghabiskan 41 ribu rupiah saja! Itupun sebagian karena saya membeli bumbu yang mungkin baru habis sebulan jika saya rajin masak.

Hampir 3 hari saya tidak melakukan apa-apa. Yang saya lakukan hanya duduk dengan kaki selonjor menikmati acara di televisi. Untungnya beberapa waktu terakhir ini sedang ada pertandingan baseball yang sudah mencapai world series, artinya ini adalah pertandingan antara 2 juara dari konferensi yang berbeda. Kali ini antara Blue Jays dari Toronto, Canada melawan Dodgers dari Los Angeles, Amerika. Disamping baseball, akhir pekan selalu ada pertandingan American Football, jadi saya memang tidak mengalami masalah dalam hal hiburan.

Itu yang saya lakukan sepanjang akhir pekan kemarin. Jika saya sudah bosan menonton acara olah raga, saya ganti dengan acara kuliner. Mungkin ada ribuan konten kuliner yang membahas makanan Indonesia. Tanpa sengaja saya membuka sebuah unggahan yang dilakukan oleh sepasang orang Korea yang berkeliling Indonesia mencoba berbagai jenis makanan Indonesia. Luar biasa menyaksikan reaksi mereka ketika untuk pertama kalinya mencoba makanan tradisional. Mungkin begitu juga reaksi saya ketika mencoba makanan manca negara untuk pertama kalinya.

Satu hal yang saya perhatikan, mereka-mereka ini (yang saya tonton tentunya) kebanyakan adalah orang-orang yang datang ke Indonesia untuk belajar bahasa. Nah yang menarik adalah, mereka tidak hanya belajar bahasa tapi juga mendalami budaya dan belajar hidup dengan kebiasaan masyarakat, jadi mereka benar-benar mengerti gaya hidup Indonesia bahkan karena pernah tinggal di Jogya, misalnya, mereka mengadaptasi gaya bicara orang-orang Jawa dengan dialek medok-nya.

Saya yang pernah merantau selama bertahun-tahun benar-benar mengerti apa yang mereka lakukan karena pada dasarnya saya juga melakukan hal yang sama. Di rantau saya juga belajar membuat makanan yang biasa penduduk setempat nikmati, belajar bagaimana mereka mengapresiasi segala sesuatu yang mereka hadapi setiap hari. Malam ini Nina dan saya bahkan tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana mereka menggoreng krupuk. Ketika kerupuk mentah dimasukkan ke minyak panas, selama sekian detik tidak terjadi apa-apa dan terlihat mereka begitu kebingungan hingga kemudian muncul gejala-gejala kerupuk itu mulai mengembang dan mereka memberikan reaksi dengan raut muka yang sangat lucu. Bayangkan saja mereka bertepuk tangan ketika akhirnya terlihat kerupuk itu mengembang. Atau bagaimana mereka kebingungan ketika harus makan dengan tangan sebab mereka belum pernah melakukan itu seumur hidupnya. Ya, pengalaman budaya dan kebiasaan memang sangat luar biasa unik. Saya merasa sangat beruntung mengalami hidup dalam lingkungan budaya lain seperti apa yang mereka alami di Indonesia.

Foto credit: gettyimages.com