"Jo, kita akan dikirimi nasi pecel." Kata Nina ketika saya masih berbaring sambil membaca berita.
"Dikirim gimana?" Tanya saya.
"Pake gojek. Katanya malah sedang dijalan. Nih aku kiri link-nya" Kata Nina.
Saya buka link nya dan terlihat di sana sudah hampir tiba di hotel tempat kami tinggal. Saya segera ke kamar mandi sedikit menyegarkan diri dan langsung turun ke bawah. Di elevator saya lihat kiriman sudah tiba sehingga begitu pintu terbuka saya bergegas ke front desk, ke meja resepsionis menyebutkan nomorkamar dan sebuah tas berisi makanan sudah menunggu.
Kami makan dengan lahap. Sudah lama sekali saya tidak menikmati nasi pecel Madiun. Kalaupun saya membuat waktu di Fort Collins, rasanya jauh berbeda jika dibandingkan dengan nasi pecel yang asli dan lengkap dengan daging empal, serundeng, rempeyek dan beberapa potong gorengan ala Jawa Timur. Saya sudah tidak terbiasa makan sarapn sebesar ini, tapi saya sejak jaman kecil selalu pentang membuang makanan, jadi saya habiskan dan segera saya merasa "begah" istilah bahasa Jawa jika merasa makan terlalu banyak dan perut menjadi tidak nyaman.
"Kita mau ngapain hari ini?" Tanya saya.
"Kita tidak punya rencana apa-apa. Ingat, liburan kali ini kita tidak punya agenda. Jadi kita lihat saja hari ini akan ngapain." Jawab Nina.
Memang kami sama sekali tidak merencanakan apa-apa. Semua yang kami lakukan selalu spontan. Jika tidak ingin melakukan apa-apa, ya kami berbaring saja di kamar hotel atau menonton TV atau ngobrol dengan teman-teman melalui aplikasi di telepon. Dan itu yang kami lakukan pagi ini. Hingga kemudian sejumlah teman mengajak kami bertemu di Mirota, salah satu toko cinderamata dan batik yang memiliki restoran kecil.
Kami akhirnya untuk pertama kalinya mengunduh aplikasi pemesanan kendaraan online, dan berusaha memesan sebuah kendaraan yang akan membawa kami ke tempat pertemuan dengan teman-teman.
Tidak merencanakan apa-apa itu menyenangkan sekali. Saya memang punya dftar makanan yang ingin dinikmati dalam liburan kali ini, tapi itupun bukan keharusan. kalau bisa saya akan coba, kalau tidak juga bukan merupakan masalah besar. Mengalir saja. Besok bagaimana? Tidak bagaimana-bagaimana. Besok adalah besok, bukan hari ini, bukan sekarang. Jadi apa yang akan kami lakukan besok, merupakan urusan besok. Semuanya masih tanpa agenda!
Foto credit: Pexels.com